Lompat ke konten
Thursday, 15 October 2026
Berita Bola

VAR Saat Laga Arsenal vs Sunderland Diakui Keliru, Mikel Arteta Dapat Pembenaran

Asciiking – Liga Premier telah mengakui bahwa keputusan untuk memberikan penalti kepada Sunderland melawan Arsenal awal bulan ini adalah salah.

Penalti Sunderland Menjadi Kontroversi

Insiden bermula ketika Sunderland mendapatkan kesempatan dari situasi sepak pojok. Ezri Konsa terlibat duel dengan Dan Ballard di dalam kotak penalti. Wasit John Brooks menilai terjadi pelanggaran setelah Konsa terlihat memegang Ballard. Keputusan tersebut membuat Brooks menunjuk titik putih dan Sunderland mendapatkan peluang untuk membuka keunggulan.

Enzo Le Fee kemudian ditunjuk sebagai eksekutor penalti. Namun, David Raya berhasil membaca arah tendangan dan menggagalkan kesempatan emas tersebut. Kegagalan penalti itu kemudian menjadi titik balik penting dalam pertandingan. Tidak lama berselang, Arsenal justru berhasil mencetak gol melalui Bruno Guimaraes. Bukayo Saka kemudian menambah gol berikutnya untuk memastikan The Gunners membawa pulang kemenangan 2-0.

Meskipun Arsenal berhasil mengamankan tiga poin, Arteta tetap mempertanyakan keputusan pemberian penalti tersebut.

Panel Premier League Menilai Penalti Tidak Layak

Setelah pertandingan, insiden tersebut masuk dalam penilaian Key Match Incidents Panel Premier League. Panel beranggotakan lima orang itu melakukan evaluasi terhadap keputusan yang dibuat selama pertandingan. Hasilnya, kelima anggota panel sepakat bahwa keputusan memberikan penalti kepada Sunderland merupakan keputusan yang keliru.

Panel mengakui bahwa Konsa memang melakukan gerakan yang berantakan ketika berduel dengan Ballard. Bek Arsenal tersebut pada awalnya terlihat merangkul pemain Sunderland. Namun, panel juga menilai terdapat tindakan dari Ballard yang ikut memengaruhi jatuhnya kedua pemain.

Ballard disebut melakukan gerakan menahan yang membuat Konsa tertarik ke arahnya sebelum keduanya terjatuh. Dengan mempertimbangkan keseluruhan situasi tersebut, panel menyimpulkan bahwa kontak yang terjadi tidak cukup untuk menghasilkan penalti.

VAR Stuart Attwell Tidak Diminta Mengubah Keputusan

Meskipun panel secara bulat menilai penalti tersebut seharusnya tidak diberikan, penilaian terhadap keputusan VAR memiliki nuansa berbeda. VAR Stuart Attwell memilih tidak melakukan intervensi terhadap keputusan wasit di lapangan. Dalam evaluasi panel, keputusan Attwell tersebut mendapatkan dukungan mayoritas tiga dari lima anggota.

Alasannya, insiden tersebut dinilai tidak memenuhi standar kesalahan yang jelas dan nyata atau clear and obvious error yang menjadi dasar intervensi VAR. Artinya, terdapat perbedaan antara dua tahap penilaian. Panel menganggap keputusan awal memberikan penalti tidak tepat, tetapi sebagian besar anggota panel juga menilai VAR masih memiliki alasan untuk tidak meminta Brooks meninjau ulang keputusan tersebut.

Situasi itu kembali memperlihatkan kompleksitas penerapan VAR dalam sepak bola modern. Sebuah keputusan dapat dinilai keliru setelah pertandingan, tetapi belum tentu memenuhi ambang intervensi VAR ketika kejadian berlangsung secara langsung.

Arteta Kritik Keputusan Wasit

Sebelum penilaian panel tersebut muncul, Arteta sudah menyampaikan kritik keras terhadap keputusan pemberian penalti. Pelatih asal Spanyol itu mengaku telah melihat kembali tayangan insiden tersebut berkali-kali. Berdasarkan pengamatannya, Arteta menilai kontak antara Konsa dan Ballard tidak pantas dihukum dengan penalti.

“Ini tidak dapat diterima di level ini. Tidak dapat diterima,” ujar Arteta setelah pertandingan.

Ia juga menggambarkan situasi tersebut seperti  judo dan mempertanyakan bagaimana pelanggaran semacam itu bisa menghasilkan penalti. Arteta kemudian menekankan pengalaman panjangnya di dunia sepak bola.

Ia mengatakan telah berkecimpung dalam olahraga tersebut selama hampir tiga dekade dan tidak melihat situasi tersebut sebagai pelanggaran yang layak dihukum penalti. Pernyataan itu disampaikan dalam konteks kekecewaannya terhadap keputusan yang dibuat dalam pertandingan Arsenal vs Sunderland.

Kemenangan Arsenal Tetap Terjaga

Terlepas dari kontroversi tersebut, Arsenal mampu mengakhiri pertandingan dengan hasil positif. Penyelamatan Raya terhadap penalti Le Fee membuat Sunderland gagal memanfaatkan peluang untuk membuka skor.

Setelah itu, Arsenal mengambil kendali pertandingan dan mencetak dua gol untuk mengamankan kemenangan. Hasil tersebut membuat kontroversi penalti tidak mengubah hasil akhir pertandingan.

Namun, keputusan tersebut tetap menjadi bahan pembahasan karena berkaitan dengan konsistensi penerapan VAR di Premier League. Pengakuan dari panel pertandingan kini memberikan perspektif tambahan terhadap perdebatan yang sebelumnya muncul setelah laga.

Pelajaran dari Kontroversi VAR

Kasus Arsenal dan Sunderland kembali menunjukkan bahwa penggunaan VAR tidak selalu menghilangkan perdebatan mengenai keputusan wasit. Teknologi tersebut memang memberikan kesempatan kepada ofisial pertandingan untuk meninjau insiden, tetapi aturan intervensinya tetap memiliki batas.

Dalam kasus ini, panel menilai keputusan penalti tidak tepat, sementara mayoritas anggota tetap mendukung keputusan VAR untuk tidak melakukan intervensi. Bagi Arsenal, yang terpenting adalah tiga poin sudah berhasil diamankan. Bagi Premier League, insiden tersebut menjadi contoh bagaimana keputusan wasit dan VAR dapat dievaluasi setelah pertandingan.

Sementara itu, komentar Arteta mengenai penalti tersebut mendapatkan konteks tambahan setelah panel secara resmi menyatakan bahwa hukuman untuk Sunderland memang seharusnya tidak diberikan.

Artikel Terkait

Berita Terbaru

Lihat semua →