Lompat ke konten
Friday, 23 October 2026
Berita Bola

Real Madrid Siapkan Gugatan terhadap Enam Klub Inggris, Tagihan Liga Super Eropa Capai €80 Juta

Asciiking – Setelah empat tahun bungkam, Real Madrid memutuskan untuk membuka kembali catatan lama dan menyelesaikan perhitungan. Setelah sendirian memperjuangkan impian Liga Super Eropa, raksasa Spanyol ini kini ingin agar enam klub Liga Premier yang mundur dari proyek tersebut pada tahap awal membayar bagian mereka dari biaya kegagalan tersebut, yang diperkirakan mencapai 80 juta euro.

Real Madrid Persoalkan Biaya Proyek Liga Super Eropa

Liga Super Eropa pertama kali diumumkan pada April 2021 dengan melibatkan 12 klub pendiri. Proyek tersebut dirancang untuk menghadirkan kompetisi antarklub elite yang menawarkan format berbeda dari turnamen yang diselenggarakan UEFA. Namun, rencana tersebut langsung menghadapi penolakan keras dari suporter, pemain, pemerintah, dan berbagai pihak dalam sepak bola. Tekanan publik membuat enam klub Inggris yang terlibat segera mengumumkan pengunduran diri mereka.

Menurut laporan yang dikutip dari The Athletic, Real Madrid menilai biaya persiapan hukum, promosi, dan pengembangan proyek tidak seharusnya hanya ditanggung oleh sebagian kecil klub. Pengeluaran tersebut diperkirakan mencapai €80 juta dan sejauh ini disebut menjadi beban Real Madrid, Barcelona, serta Juventus.

Madrid ingin agar biaya itu dibagikan kepada seluruh klub yang sebelumnya terlibat dalam pendirian proyek. Enam klub Inggris menjadi sasaran tuntutan karena mereka termasuk kelompok yang mundur pada tahap awal, meskipun sebelumnya telah menyepakati partisipasi dalam kompetisi tersebut.

Meski demikian, tuntutan tersebut belum berarti keenam klub terbukti memiliki kewajiban membayar. Persoalan utamanya terletak pada penafsiran kontrak dan ruang lingkup tanggung jawab finansial yang disepakati ketika proyek dibentuk.

Kontrak Pemegang Saham Jadi Dasar Perselisihan

Real Madrid dikabarkan mendasarkan argumennya pada perjanjian pemegang saham perusahaan European Super League. Perusahaan yang berbasis di Spanyol itu dibentuk untuk menaungi dan mengelola proyek kompetisi tersebut. Menurut penafsiran pihak Madrid, para pendiri telah menyepakati komitmen untuk memiliki dan mengelola proyek secara bersama-sama. Mereka menilai kesepakatan tersebut dapat mencakup tanggung jawab terhadap biaya yang timbul selama persiapan kompetisi.

Presiden Real Madrid, Florentino Perez, sebelumnya juga pernah mempertanyakan keabsahan pengunduran diri klub-klub pendiri. Pada April 2021, ia menyatakan bahwa perjanjian yang mengikat tidak dapat diabaikan begitu saja hanya karena klub berubah pikiran.

Di sisi lain, klub-klub Inggris memiliki pandangan berbeda. Mereka dapat berargumen bahwa pengunduran diri yang disertai permintaan maaf publik telah mengakhiri keterlibatan mereka dalam proyek tersebut. Ketiadaan ketentuan pembayaran yang secara eksplisit mengatur situasi itu juga berpotensi menjadi bagian dari pembelaan mereka.

Perbedaan penafsiran inilah yang dapat menentukan arah sengketa. Jika tidak ditemukan kesepakatan bersama, pengadilan mungkin perlu menilai isi kontrak, kewajiban setiap pihak, serta konsekuensi hukum dari keputusan meninggalkan proyek.

Mengapa Persoalan Ini Kembali Mencuat?

Munculnya tuntutan tersebut terjadi ketika hubungan Real Madrid dengan UEFA dikabarkan mulai memasuki tahap rekonsiliasi setelah perselisihan panjang mengenai Liga Super Eropa. Perkembangan itu berpotensi mengubah pendekatan Madrid terhadap proyek yang selama bertahun-tahun menjadi sumber konflik dalam sepak bola Eropa.

Selain itu, laporan mengenai kemungkinan penunjukan Bernd Reichart, mantan kepala eksekutif A22 Sports Management selaku promotor Liga Super Eropa, dalam posisi komersial di Real Madrid turut menarik perhatian. Namun, perkembangan personel tersebut tidak dengan sendirinya membuktikan adanya hubungan langsung dengan rencana penagihan biaya.

Perjalanan proyek Liga Super juga mengalami sejumlah perubahan. Dari 12 klub pendiri, sembilan klub awalnya mundur dalam beberapa hari setelah pengumuman, termasuk enam wakil Inggris, Atletico Madrid, AC Milan, dan Inter Milan. Juventus kemudian menjauh dari proyek pada 2023, sedangkan Barcelona juga dilaporkan mengakhiri keterlibatannya pada Februari tahun berikutnya.

Dengan demikian, Real Madrid menjadi klub yang paling konsisten mempertahankan gagasan kompetisi tandingan tersebut. Meski format dan rencananya mengalami perubahan, persoalan biaya awal kini berpotensi menjadi fokus perselisihan baru.

Enam Klub Inggris Berpotensi Hadapi Sengketa Panjang

Arsenal, Chelsea, Liverpool, Manchester City, Manchester United, dan Tottenham Hotspur kini berpotensi menghadapi tuntutan finansial jika Real Madrid memutuskan melanjutkan langkah tersebut secara formal.

Nilai €80 juta yang dipersoalkan merupakan estimasi biaya proyek secara keseluruhan, bukan jumlah yang otomatis harus dibayar oleh setiap klub Inggris. Besaran tanggung jawab masing-masing pihak akan bergantung pada isi perjanjian dan dasar hukum yang digunakan.

Apabila Madrid benar-benar membawa perkara ini ke pengadilan, prosesnya berpotensi berlangsung lama karena melibatkan kontrak lintas negara dan interpretasi hukum perusahaan. Kedua pihak harus mempersiapkan bukti mengenai kesepakatan awal, pengeluaran yang telah dilakukan, serta kewajiban para pendiri.

Untuk saat ini, belum ada kepastian bahwa tuntutan tersebut telah menghasilkan putusan hukum atau kewajiban pembayaran bagi enam klub Inggris. Namun, langkah Madrid menunjukkan bahwa konsekuensi finansial dari kegagalan Liga Super Eropa belum sepenuhnya selesai.

Perselisihan ini pun dapat menjadi ujian penting bagi hubungan antarklub elite Eropa. Jika negosiasi gagal, pengadilan mungkin menjadi penentu akhir mengenai siapa yang harus menanggung biaya proyek kontroversial tersebut.

Artikel Terkait

Berita Terbaru

Lihat semua →