Asciiking – Pencarian Raheem Sterling untuk klub baru menemui hambatan besar lainnya setelah mantan pemain internasional Inggris itu dilaporkan ditolak oleh beberapa tim di Prancis. Winger berusia 31 tahun itu saat ini berstatus bebas transfer dan berusaha menghidupkan kembali kariernya yang merosot drastis sejak kepergiannya dari Premier League.

Le Havre Tidak Tertarik untuk Merekrut Sterling
Salah satu klub yang dikabarkan mendapatkan tawaran untuk merekrut Sterling adalah Le Havre. Klub asal Prancis tersebut disebut telah mempertimbangkan situasi sang pemain, tetapi pada akhirnya memilih tidak melanjutkan pembicaraan. Keputusan tersebut cukup menarik mengingat Sterling memiliki pengalaman panjang di level tertinggi sepak bola Eropa.
Menurut laporan yang menjadi dasar informasi ini, Le Havre merasa sudah mempunyai cukup banyak pilihan untuk mengisi sektor sayap. Karena itu, kedatangan Sterling tidak dianggap sebagai kebutuhan mendesak bagi skuad mereka. Pertimbangan tersebut membuat pemain yang pernah menjadi bagian penting dari City dan Chelsea itu kembali harus mencari alternatif lain.
Bukan hanya Le Havre yang disebut menolak. Satu klub Ligue 1 lain yang identitasnya tidak disebutkan juga dikabarkan telah menerima pendekatan dari perwakilan Sterling, tetapi tidak memberikan respons positif. Kondisi tersebut memperlihatkan bahwa pengalaman besar Sterling belum otomatis membuat klub-klub Prancis tertarik memberikan kontrak kepadanya.
Perjalanan Karier Sterling Mulai Menurun
Kesulitan Sterling mendapatkan klub baru tidak dapat dipisahkan dari perjalanan kariernya dalam beberapa tahun terakhir. Setelah meninggalkan Manchester City dan bergabung dengan Chelsea pada 2022, Sterling diharapkan menjadi salah satu pemain utama dalam proyek baru klub London tersebut. Namun, performanya tidak berkembang sesuai ekspektasi.
Konsistensi menjadi salah satu persoalan yang membuat posisi Sterling di skuad utama semakin tidak aman. Situasi kemudian membuat Chelsea meminjamkannya ke Arsenal. Kepindahan tersebut sempat dianggap sebagai kesempatan bagi Sterling untuk kembali menemukan performa terbaik.
Namun, masa peminjamannya di Emirates Stadium juga tidak menghasilkan perubahan. Sterling hanya tampil dalam 28 pertandingan untuk Arsenal dan mencatatkan satu gol serta lima assist. Catatan tersebut tidak cukup untuk membuatnya kembali menjadi pemain yang mendapatkan perhatian besar.
Chelsea Mengakhiri Kontrak Sterling
Hubungan Sterling dengan Chelsea akhirnya berakhir pada Januari 2026 setelah kedua pihak mencapai kesepakatan untuk mengakhiri kontraknya. Keputusan tersebut membuat Sterling bebas menentukan tujuan berikutnya. Dengan pengalaman yang dimilikinya, sang pemain kemudian memiliki kesempatan untuk mencari klub yang dapat memberinya peran lebih besar.
Sterling selanjutnya memilih tantangan di luar Inggris. Ia bergabung dengan Feyenoord di Eredivisie pada Februari dengan status bebas transfer. Langkah tersebut diharapkan menjadi titik awal baru bagi kariernya. Namun, periode Sterling di Belanda ternyata tidak berlangsung sesuai harapan.
Ia kesulitan mendapatkan tempat reguler di tim utama Feyenoord dan kembali berada dalam situasi yang membuat masa depannya tidak jelas. Pada akhirnya, Sterling kembali harus mencari klub baru.
Pilihan Sterling Semakin Terbatas
Status bebas transfer sebenarnya memberikan Sterling keuntungan karena klub peminat tidak perlu membayar biaya transfer. Namun, kondisi tersebut belum cukup untuk membuat banyak klub bersedia mengamankan jasanya. Usianya yang sudah memasuki 31 tahun juga menjadi salah satu faktor yang dapat memengaruhi pertimbangan klub.
Klub yang berminat tentu perlu mempertimbangkan kontribusi Sterling dalam jangka pendek, kebutuhan posisi, struktur gaji, serta apakah sang pemain masih sesuai dengan gaya permainan mereka. Penolakan dari sejumlah klub Ligue 1 menjadi perkembangan terbaru dalam pencarian tersebut.
Sterling masih memiliki pengalaman yang sangat besar. Ia pernah bermain dalam pertandingan-pertandingan besar, memenangkan sejumlah gelar bersama Manchester City, serta menjadi bagian dari generasi penting Timnas Inggris. Namun, klub-klub kini tampaknya lebih berhati-hati dalam menentukan pemain yang akan mereka kontrak.
Masalah di Luar Lapangan Turut Menjadi Sorotan
Situasi Sterling juga semakin kompleks karena adanya persoalan hukum di Inggris. Berdasarkan informasi yang diberikan dalam laporan tersebut, Sterling baru-baru ini mengaku bersalah atas dakwaan terkait mengemudi berbahaya dan kepemilikan enam tabung nitrous oxide.
Kasus tersebut berkaitan dengan insiden lalu lintas ketika kendaraan yang digunakannya dilaporkan menabrak pembatas pengaman jalan tol. Tidak ada laporan mengenai korban lain yang mengalami cedera akibat insiden tersebut.
Sterling juga disebut mengakui kepemilikan nitrous oxide untuk penggunaan yang tidak semestinya serta tidak memberikan sampel untuk dianalisis dalam proses penyelidikan. Persoalan hukum tersebut menambah perhatian terhadap kondisi Sterling di luar lapangan.
Bagi klub yang sedang mempertimbangkan perekrutan pemain, berbagai aspek di luar performa olahraga juga dapat menjadi bagian dari proses evaluasi. Namun, keputusan setiap klub tetap bergantung pada kebijakan internal dan kebutuhan masing-masing tim.
Sterling Masih Menunggu Kesempatan Baru
Dengan sejumlah pendekatan yang belum menghasilkan kesepakatan, Sterling kini berada dalam fase penting dalam kariernya. Ia membutuhkan klub yang tidak hanya bersedia memberinya kontrak, tetapi juga menyediakan lingkungan yang memungkinkan dirinya kembali mendapatkan menit bermain secara konsisten. Pengalaman di Manchester City, Chelsea, Arsenal, Feyenoord, dan Timnas Inggris menjadi modal yang tidak bisa diabaikan.
Akan tetapi, Sterling perlu membuktikan kembali bahwa dirinya masih mampu memberikan kontribusi signifikan di level kompetitif. Penolakan dari klub-klub Ligue 1 membuat pencarian tersebut semakin menarik untuk diikuti.
Pilihan Sterling berikutnya dapat menentukan arah kariernya setelah melewati beberapa musim yang penuh perubahan. Kini, sang winger hanya bisa menunggu tawaran yang sesuai sembari mencari kesempatan untuk mengembalikan kariernya ke jalur yang lebih stabil.





