Lompat ke konten
Thursday, 15 October 2026
Timnas Indonesia

Kronologi Terlengkap Injury Time Indonesia vs Bangladesh Berubah dari 2 Menjadi 7 Menit

Asciiking – Pertandingan Timnas Indonesia vs Bangladesh pada laga terakhir Grup A FIFA ASEAN Cup 2026 menyisakan perhatian besar setelah tambahan waktu pada babak kedua berubah dari dua menit menjadi tujuh menit. Laga yang digelar di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta, Kamis, 1 Oktober 2026 itu berakhir dengan kemenangan Indonesia 9-2.

Perubahan durasi injury time menjadi salah satu momen penting karena terjadi ketika posisi Indonesia dan Malaysia dalam persaingan juara Grup A.

Papan Tambahan Waktu Awalnya Menunjukkan Dua Menit

Menjelang berakhirnya waktu normal, ofisial keempat mengangkat papan elektronik yang menunjukkan dua menit tambahan waktu. Angka tersebut langsung menarik perhatian karena pertandingan pada babak kedua mengalami sejumlah penghentian.

Proses pemeriksaan VAR menjadi salah satu momen yang membuat permainan terhenti, selain pergantian pemain dan berbagai kejadian lain di lapangan. Pelatih Timnas Indonesia, John Herdman, juga mengaku langsung memperhatikan angka tersebut.

Menurutnya, tambahan dua menit terasa tidak sebanding dengan waktu permainan yang hilang sepanjang babak kedua.  Herdman mempertanyakan situasi tersebut kepada ofisial pertandingan. Dalam keterangannya, ia menilai banyak pihak di stadion juga menyadari adanya ketidaksesuaian antara jalannya pertandingan dan angka yang sempat ditampilkan.

Mengapa Angkanya Berubah Menjadi Tujuh Menit?

Tidak lama setelah papan menunjukkan dua menit, tambahan waktu kemudian dikoreksi menjadi tujuh menit. Artinya, pertandingan mendapatkan lima menit tambahan dibandingkan angka yang pertama kali diumumkan.

Perubahan tersebut menjadi semakin penting karena skor Indonesia saat memasuki menit ke-90 belum sepenuhnya mengamankan posisi mereka dalam persaingan dengan Malaysia.

Berdasarkan laporan setelah pertandingan, Indonesia saat itu membutuhkan produktivitas gol yang lebih baik untuk melewati Malaysia. Tambahan waktu akhirnya memberikan kesempatan bagi kedua tim untuk memainkan beberapa menit lagi sebelum wasit meniup peluit panjang.

Aturan IFAB Mengenai Tambahan Waktu

Secara regulasi, tambahan waktu memang dapat berubah sesuai dengan keputusan wasit berdasarkan waktu yang hilang selama pertandingan. Dalam Law 7 Laws of the Game, IFAB menjelaskan bahwa wasit harus memberikan kompensasi terhadap waktu yang terbuang karena sejumlah kondisi.

Hal tersebut mencakup pergantian pemain, penanganan pemain cedera, pemborosan waktu, sanksi disipliner, penghentian medis, pemeriksaan atau review VAR, selebrasi gol, serta penyebab lain yang menghasilkan penghentian signifikan. Hal penting lainnya adalah angka yang ditampilkan ofisial keempat merupakan minimum tambahan waktu yang ditentukan wasit.

IFAB juga menyebutkan bahwa tambahan waktu tersebut masih dapat diperpanjang oleh wasit, tetapi tidak boleh dikurangi. Dengan demikian, secara aturan, perubahan dari angka awal menuju tambahan waktu yang lebih panjang dapat terjadi apabila wasit menilai masih terdapat waktu yang harus dikompensasi. Karena itu, perubahan dari dua menjadi tujuh menit tidak dengan sendirinya membuktikan adanya pelanggaran regulasi.

Tambahan Waktu Menghasilkan Gol Penting

Lima menit tambahan tersebut kemudian menjadi bagian penting dari akhir pertandingan. Indonesia terus berusaha menambah gol setelah waktu normal. Bangladesh juga mampu mencetak gol pada periode tambahan, sementara Indonesia kembali menemukan celah untuk memperbesar keunggulan.

Pertandingan akhirnya berakhir dengan skor 9-2 untuk Indonesia. Kemenangan besar tersebut menjadi sangat penting dalam persaingan Grup A karena produktivitas gol menjadi salah satu faktor yang menentukan posisi Indonesia dan Malaysia.

Indonesia dan Malaysia sama-sama mengoleksi 7 poin. Hasil pertandingan terakhir membuat persaingan keduanya berlangsung hingga menit terakhir, dengan Indonesia akhirnya memastikan posisi teratas dan tiket ke final.

FAM Meminta Klarifikasi kepada FIFA

Perubahan tambahan waktu tersebut kemudian mendapat perhatian dari Federasi Sepak Bola Malaysia atau FAM. FAM menyatakan akan meminta penjelasan resmi kepada FIFA mengenai perubahan injury time dari dua menit menjadi tujuh menit.

Permintaan tersebut berkaitan dengan prosedur serta alasan di balik koreksi waktu pada pertandingan Indonesia melawan Bangladesh. Langkah tersebut muncul karena hasil pertandingan di Jakarta memiliki dampak langsung terhadap posisi Malaysia dalam persaingan Grup A.

Meski demikian, permintaan klarifikasi tidak sama dengan keputusan bahwa perubahan tersebut melanggar aturan. Hingga laporan mengenai permintaan FAM tersebut muncul, persoalan yang dipermasalahkan adalah penjelasan mengenai proses perubahan tambahan waktu.

Herdman Menilai Tujuh Menit Lebih Masuk Akal

Dari sisi Indonesia, Herdman melihat tambahan tujuh menit sebagai angka yang lebih mencerminkan jalannya pertandingan. Pelatih asal Kanada tersebut menilai terdapat beberapa penghentian yang membuat permainan kehilangan waktu efektif. Pemeriksaan VAR menjadi salah satu faktor yang menurutnya perlu diperhitungkan ketika menentukan durasi tambahan.

Pandangan tersebut sejalan dengan prinsip Law 7 yang memang memasukkan keterlambatan akibat VAR sebagai alasan pemberian tambahan waktu.

Drama di GBK Berakhir dengan Tiket Final

Perubahan injury time dari dua menjadi tujuh menit akhirnya menjadi bagian dari drama pertandingan Indonesia versus Bangladesh. Pertandingan bukan hanya menghasilkan kemenangan besar 9-2, tetapi juga memastikan Indonesia mampu mengamankan posisi puncak Grup A setelah persaingan ketat dengan Malaysia.

Di sisi lain, FAM kini meminta FIFA memberikan penjelasan mengenai proses perubahan tambahan waktu tersebut. Sementara menunggu klarifikasi lebih lanjut, aturan IFAB menunjukkan bahwa tambahan waktu memang dapat mencakup waktu yang hilang akibat VAR, pergantian pemain, cedera, selebrasi gol, dan penghentian lainnya.

Dengan demikian, sorotan utama saat ini bukan sekadar mengapa papan berubah dari dua menjadi tujuh menit, tetapi bagaimana keputusan tersebut dihitung dan dikomunikasikan dalam pertandingan yang memiliki konsekuensi besar terhadap persaingan menuju final FIFA ASEAN Cup 2026.

Artikel Terkait

Berita Terbaru

Lihat semua →