Lompat ke konten
Friday, 18 September 2026
Liga Italia

Inter Milan Hadapi Ujian Besar di Markas Roma, Chivu Dituntut Jaga Konsistensi

Asciiking – Analisis taktik menyoroti bahwa Inter Milan memasuki laga melawan Roma dengan kewajiban mutlak untuk memenangkan Scudetto. Manajer Cristian Chivu tetap berkomitmen pada identitas permainan agresif dengan tekanan tinggi meskipun ada risiko pertahanan baru-baru ini dan penyesuaian penting di lini tengah.

Roma Bukan Sekadar Lawan Berikutnya

Roma menunjukkan perkembangan signifikan sejak ditangani Gian Piero Gasperini. Empat kemenangan beruntun membuat Giallorossi berdiri sejajar dengan Inter di puncak klasemen.

Kemenangan 2-0 atas Torino menjadi gambaran bagaimana Roma mampu mendapatkan hasil tanpa harus terus-menerus mendominasi penguasaan bola. Mereka mencetak dua gol melalui Donyell Malen dan Niccolò Pisilli, sekaligus mencatatkan clean sheet. Malen juga menjadi salah satu pemain yang menonjol setelah mengoleksi enam gol dalam empat pertandingan liga.

Kondisi tersebut membuat Inter harus berhati-hati dalam membangun serangan. Roma memiliki kemampuan untuk menunggu momen dan kemudian memanfaatkan ruang yang terbuka ketika lawan kehilangan keseimbangan.

Chivu perlu memastikan para pemainnya tidak terlalu mudah kehilangan bola di area tengah. Kesalahan dalam fase transisi dapat memberikan kesempatan bagi Roma untuk melancarkan serangan cepat.

Inter Masih Menyimpan Persoalan di Lini Belakang

Meski meraih empat kemenangan, penampilan Inter belum selalu berjalan mulus. Pertandingan terakhir melawan Udinese menjadi contoh paling jelas.

Inter sempat tertinggal dua gol dalam 15 menit pertama sebelum akhirnya bangkit dan menang 5-3. Carlos Augusto, Nicolo Barella, Marcus Thuram, Francesco Esposito, dan Ange-Yoan Bonny menjadi pencetak gol bagi Nerazzurri. Comeback tersebut memperlihatkan kualitas ofensif Inter.

Namun, tiga gol yang bersarang ke gawang mereka juga menunjukkan adanya ruang yang dapat dieksploitasi lawan. Pola tertinggal lebih dahulu juga muncul dalam kemenangan atas Napoli sebelumnya, sehingga Chivu perlu menemukan cara agar timnya tidak terus dipaksa mengejar pertandingan.

Melawan Roma, persoalan tersebut menjadi semakin penting karena tim Gasperini sedang memiliki kepercayaan diri tinggi. Memberikan keuntungan lebih awal kepada tuan rumah dapat membuat Inter menghadapi tekanan yang jauh lebih besar.

Absennya Calhanoglu Menambah Tantangan

Persiapan Inter juga terganggu oleh kondisi Hakan Calhanoglu. Gelandang asal Turki tersebut mengalami cedera otot pada paha kanan dan diperkirakan tidak dapat tampil menghadapi Roma.

Absennya Calhanoglu menjadi kehilangan penting karena ia berperan sebagai pengatur tempo sekaligus penghubung antara lini belakang dan lini depan. Chivu harus menentukan alternatif yang dapat mempertahankan keseimbangan permainan tanpa mengurangi kemampuan Inter mengontrol bola.

Kondisi ini dapat membuat peran Nicolo Barella semakin penting. Energi Barella di lini tengah dibutuhkan untuk menghadapi tekanan Roma sekaligus membantu Inter berpindah dari fase bertahan ke menyerang.

Selain Calhanoglu, kondisi John Stones juga menjadi perhatian setelah bek tersebut mengalami masalah dalam pertandingan kontra Udinese. Situasi tersebut menambah pekerjaan rumah bagi Chivu dalam menentukan komposisi pertahanan.

Chivu Harus Menentukan Prioritas Permainan

Inter di bawah Chivu memperlihatkan kecenderungan bermain lebih vertikal. Ketika memperoleh ruang, mereka berusaha mempercepat distribusi bola menuju lini depan.

Pendekatan tersebut memberikan keuntungan ketika lawan kehilangan struktur. Namun, strategi agresif juga membutuhkan koordinasi yang sangat baik karena kehilangan bola dapat membuat lini pertahanan terbuka.

Pertandingan melawan Roma berpotensi menjadi ujian menarik untuk pendekatan tersebut. Gasperini dikenal mampu membangun tim yang agresif sekaligus fleksibel dalam mencari ruang. Karena itu, Inter perlu menentukan kapan harus mempercepat serangan dan kapan mengendalikan tempo.

Pertarungan di lini tengah kemungkinan menjadi salah satu area penting. Siapa pun yang mampu menguasai fase tersebut akan memiliki peluang lebih besar untuk mengatur arah permainan.

Persaingan Puncak Mulai Memanas

Pertandingan Roma kontra Inter juga memiliki arti lebih besar karena kedua tim merupakan dua klub dengan rekor sempurna setelah empat pekan. Hasil pertandingan dapat mengubah posisi mereka di papan atas dan memberikan gambaran awal mengenai persaingan Scudetto musim ini.

Inter memang datang sebagai juara bertahan dan memiliki pengalaman menghadapi tekanan perebutan gelar. Namun, Roma menunjukkan bahwa mereka tidak ingin sekadar menjadi pelengkap dalam persaingan tersebut.

Bagi Asciiking, duel di Olimpico menjadi kesempatan untuk melihat sejauh mana Inter mampu mempertahankan standar permainan ketika menghadapi pesaing langsung. Chivu tidak hanya membutuhkan kreativitas dari lini depan, tetapi juga stabilitas selama 90 menit.

Jika Inter mampu mengurangi kesalahan pada fase awal pertandingan, menjaga struktur ketika kehilangan bola, dan menemukan solusi atas absennya Calhanoglu, mereka memiliki fondasi untuk menghadapi tekanan Roma. Sebaliknya, jika kelemahan defensif kembali muncul, tuan rumah memiliki cukup kualitas untuk menghukum kesalahan tersebut.

Dengan kedua tim sama-sama mengantongi 12 poin, pertandingan ini menjadi salah satu laga paling menarik pada awal Serie A 2026/2027. Hasilnya belum menentukan juara, tetapi dapat menjadi indikator penting mengenai kesiapan Inter dan Roma menghadapi perjalanan panjang menuju akhir musim.

Artikel Terkait

Berita Terbaru

Lihat semua →