Asciiking – Manchester United kembali menunjukkan minat pada bek Everton, Jarrad Branthwaite, karena mereka membutuhkan penguatan lini pertahanan yang signifikan. Pemandu bakat Setan Merah memantau ketat pemain berusia 24 tahun itu setelah ia pulih dari cedera di bawah asuhan David Moyes, meskipun kontraknya masih berlaku hingga 2030.

Branthwaite Kembali Menjadi Prioritas
Manchester United memiliki alasan untuk kembali memperhatikan Branthwaite. Pemain kelahiran Carlisle tersebut dianggap sesuai dengan kebutuhan klub terhadap bek tengah yang masih berada dalam usia produktif dan memiliki pengalaman bermain di Premier League.
Menurut laporan yang menjadi sumber pemberitaan, pemandu bakat United terus mengawasi performa Branthwaite setelah sang pemain kembali mendapatkan tempat utama di bawah arahan David Moyes. Klub tidak disebut terburu-buru mengambil keputusan karena ingin melihat konsistensi kondisi fisiknya terlebih dahulu.
Langkah tersebut berkaitan dengan catatan cedera Branthwaite pada musim 2025/2026. Ia dilaporkan melewatkan 31 pertandingan di berbagai kompetisi akibat masalah hamstring yang berulang. Karena itu, kemampuan mempertahankan kebugaran sepanjang musim menjadi salah satu aspek yang ingin dipantau Manchester United.
Jika Branthwaite mampu tampil reguler dan mempertahankan performanya, peluangnya untuk kembali menjadi target utama United dapat semakin besar.
Pengalaman Gagal pada 2024
Minat Manchester United terhadap Branthwaite sebenarnya sudah berlangsung selama beberapa tahun. Pada 2024, United pernah mencoba mendapatkan tanda tangan sang pemain, tetapi Everton menolak proposal yang diajukan.
Saat itu, Everton dikabarkan memasang valuasi tinggi untuk bek mudanya. United akhirnya memilih jalur berbeda dan mendatangkan Matthijs de Ligt sebagai bagian dari upaya memperkuat pertahanan.
Kini, Branthwaite kembali berada dalam daftar pantauan. Perbedaannya, Manchester United tidak hanya melihat kemampuan sang bek, tetapi juga mempertimbangkan kebutuhan regenerasi lini belakang.
Laporan terbaru menyebut United dapat menjadikan bursa musim panas 2027 sebagai momentum untuk kembali melakukan pendekatan. Artinya, perkembangan transfer ini belum mengarah pada kesepakatan konkret dalam waktu dekat.
Kontrak Panjang Jadi Hambatan
Salah satu persoalan terbesar dalam rencana transfer Branthwaite adalah status kontraknya. Everton telah mengikat pemain tersebut hingga 2030 sehingga memiliki posisi kuat dalam negosiasi.
Kontrak jangka panjang membuat Manchester United tidak bisa begitu saja mendapatkan sang pemain dengan harga murah. Everton juga tidak berada dalam kondisi harus menjual Branthwaite, terutama karena ia masih menjadi bagian penting dari rencana Moyes di lini belakang.
Branthwaite saat ini berduet dengan James Tarkowski di jantung pertahanan Everton. Kombinasi tersebut membantu The Toffees menjaga organisasi pertahanan dan membuat posisi Branthwaite semakin penting dalam skuad.
Kondisi tersebut dapat membuat negosiasi berjalan panjang apabila United benar-benar mengajukan tawaran pada musim panas mendatang.
United Perlu Menyiapkan Regenerasi Pertahanan
Rencana Manchester United mengejar Branthwaite juga berkaitan dengan masa depan beberapa pemain belakang. Klub harus mulai mempertimbangkan regenerasi karena sejumlah bek senior memiliki situasi kontrak yang perlu ditangani.
Laporan lain menyebut United melihat Branthwaite sebagai salah satu opsi jangka panjang untuk menggantikan pemain seperti Harry Maguire atau Lisandro Martinez. Klub juga disebut telah melakukan komunikasi baru dengan pihak sang pemain sebagai bagian dari pemantauan tersebut.
Kehadiran bek dengan karakter seperti Branthwaite dapat memberikan pilihan berbeda bagi Michael Carrick. Selain kemampuan bertahan, usia 24 tahun membuatnya berpotensi menjadi investasi jangka panjang jika transfer benar-benar terwujud.
Namun, keputusan tersebut tetap akan bergantung pada perkembangan skuad sepanjang musim 2026/2027.
Everton Berada di Posisi Tawar Kuat
Everton memiliki alasan untuk mempertahankan Branthwaite. Sang bek merupakan salah satu pemain penting di lini belakang dan kontraknya masih berlaku dalam beberapa tahun ke depan. Kondisi tersebut memberi Everton kendali lebih besar apabila Manchester United datang dengan proposal resmi.
Klub Merseyside itu tidak memiliki tekanan untuk melepas pemainnya hanya karena ada ketertarikan dari klub lain. Selain United, sejumlah klub besar juga dilaporkan memantau situasi Branthwaite. Manchester City, Real Madrid, dan Atletico Madrid termasuk nama yang disebut dalam pemberitaan mengenai ketertarikan terhadap sang bek.
Persaingan tersebut berpotensi membuat Manchester United harus mengambil keputusan dengan matang apabila ingin menjadikan Branthwaite sebagai target utama.
Fokus Utama Berada pada Musim 2026/2027
Untuk saat ini, transfer Branthwaite ke Manchester United belum menjadi kesepakatan yang hampir selesai. Situasinya masih berada pada tahap pemantauan dan perencanaan.
United ingin melihat apakah sang pemain mampu menjaga kebugaran serta mempertahankan performa selama musim berjalan. Dari sisi Everton, Branthwaite tetap menjadi bagian penting dari pertahanan tim.
Bagi Asciiking, perkembangan tersebut membuat bursa transfer musim panas 2027 berpotensi menjadi periode menarik bagi masa depan Branthwaite. Jika performanya terus stabil, Manchester United memiliki dasar yang lebih kuat untuk menghidupkan kembali pengejaran terhadap bek Everton tersebut.
Namun, kontrak hingga 2030 dan posisi Everton yang kuat dalam negosiasi akan menjadi faktor penting. Untuk saat ini, perhatian utama tertuju pada performa Branthwaite sepanjang musim serta bagaimana Manchester United menyusun kebutuhan lini belakang mereka untuk musim berikutnya.






