Lompat ke konten
Thursday, 15 October 2026
Timnas Indonesia

Indonesia Tahan Malaysia 0-0 di FIFA ASEAN Cup 2026, Garuda Harus Berjuang dengan 10 Pemain

Asciiking – Timnas Indonesia harus puas berbagi poin dengan Malaysia setelah pertandingan kedua Grup A FIFA ASEAN Cup 2026 berakhir tanpa gol. Bermain di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta, Senin (28/9/2026) malam, kedua tim menutup pertandingan dengan skor 0-0.

Hasil tersebut terbilang penting bagi Indonesia karena skuad Garuda harus bermain dengan 10 pemain sejak pertengahan babak pertama. Thom Haye mendapat kartu merah setelah wasit meninjau pelanggarannya terhadap Arif Aiman melalui Video Assistant Referee (VAR).

Meski kalah jumlah pemain dalam waktu yang cukup panjang, Indonesia mampu mempertahankan pertahanan hingga pertandingan berakhir. Malaysia memperoleh sejumlah kesempatan untuk menekan, tetapi tidak mampu memanfaatkan keunggulan jumlah pemain menjadi gol.

Indonesia Langsung Menekan Sejak Awal

Indonesia tampil agresif sejak menit pertama. Bermain di hadapan pendukung sendiri, skuad asuhan John Herdman berusaha mengambil kendali permainan melalui pressing dan pergerakan pemain di sektor sayap.

Peluang penting bahkan berhasil menghasilkan gol pada awal pertandingan. Justin Hubner sempat menjebol gawang Malaysia setelah memanfaatkan situasi bola mati yang diawali lemparan Kevin Diks.

Namun, gol tersebut tidak disahkan wasit karena terdapat pelanggaran dalam proses serangan. Keputusan tersebut membuat Indonesia gagal memperoleh keunggulan cepat.

Malaysia kemudian mulai merespons dengan meningkatkan tekanan. Arif Aiman menjadi salah satu pemain yang paling aktif memberikan ancaman melalui kecepatan dan pergerakannya dari sisi lapangan.

Maarten Paes harus bekerja keras untuk mengamankan gawang Indonesia. Penjaga gawang tersebut beberapa kali menjadi sosok penting ketika Malaysia mendapatkan ruang untuk melepaskan tembakan.

Thom Haye Mendapat Kartu Merah

Titik balik pertandingan terjadi pada menit ke-37. Thom Haye awalnya menerima kartu kuning setelah melakukan pelanggaran terhadap Arif Aiman.

Namun, wasit kemudian mendapatkan kesempatan untuk meninjau insiden tersebut melalui VAR. Setelah melihat tayangan ulang, kartu kuning tersebut dibatalkan dan Haye diberikan kartu merah.

Keputusan itu membuat Indonesia harus menyelesaikan pertandingan dengan 10 pemain. Situasi tersebut tentu mengubah pendekatan Herdman karena tim tidak lagi dapat bermain dengan intensitas menyerang seperti pada awal pertandingan.

Indonesia kemudian melakukan perubahan sebelum babak pertama berakhir. Ragnar Oratmangoen ditarik keluar dan Ivar Jenner dimasukkan untuk memperkuat lini tengah.

Perubahan tersebut membuat struktur permainan Garuda menjadi lebih defensif. Indonesia harus menjaga keseimbangan antarlini sambil mencari kesempatan untuk melakukan serangan balik.

Malaysia Dominan Setelah Unggul Jumlah Pemain

Memasuki babak kedua, Malaysia memiliki keuntungan jumlah pemain. Harimau Malaya lebih leluasa menguasai bola dan berusaha memindahkan permainan ke wilayah pertahanan Indonesia.

Kondisi tersebut membuat lini belakang Garuda mendapatkan tekanan sepanjang babak kedua.

Kevin Diks, Elkan Baggott, Justin Hubner, Calvin Verdonk, Dean James, dan pemain lainnya harus menjaga organisasi pertahanan dengan disiplin. Mereka tidak hanya berusaha memenangkan duel, tetapi juga menutup ruang bagi para pemain Malaysia yang mencoba masuk ke area penalti.

Arif Aiman dan rekan-rekannya terus mencari celah. Malaysia memiliki beberapa kesempatan untuk memanfaatkan keunggulan jumlah pemain, tetapi penyelesaian akhir mereka belum mampu menghasilkan gol.

Paes kembali menunjukkan peran penting di bawah mistar. Beberapa ancaman yang mengarah ke gawang Indonesia berhasil diamankan sehingga skor tetap bertahan tanpa gol.

Garuda Bertahan Hingga Peluit Akhir

Setelah bermain dengan 10 pemain dalam waktu yang cukup panjang, strategi Indonesia semakin berfokus pada pertahanan. Garuda berusaha menjaga jarak antarlini agar Malaysia tidak mudah menciptakan peluang dari tengah. Ketika mendapatkan kesempatan, pemain Indonesia mencoba melakukan serangan balik dengan memanfaatkan kecepatan pemain depan.

Malaysia sebenarnya memiliki keuntungan dari sisi jumlah pemain dan penguasaan bola. Namun, tekanan tersebut tidak cukup untuk mengubah skor.

Indonesia mampu bertahan sampai pertandingan memasuki menit-menit akhir. Malaysia terus mencoba mencari gol kemenangan, tetapi pertahanan Garuda tetap mampu menghalau berbagai ancaman. Peluit panjang akhirnya memastikan duel Derby Nusantara tersebut berakhir 0-0.

Indonesia dan Malaysia Sama-Sama Empat Poin

Tambahan satu poin membuat Indonesia dan Malaysia kini sama-sama mengoleksi empat poin dari dua pertandingan Grup A. Sebelumnya, Indonesia mengawali turnamen dengan kemenangan 2-0 atas Singapura melalui gol Ragnar Oratmangoen dan Ole Romeny.

Sementara itu, Malaysia mengawali kompetisi dengan kemenangan 3-0 atas Bangladesh. Arif Aiman mencetak dua gol dalam pertandingan tersebut, sedangkan Bergson turut mencatatkan namanya di papan skor.

Berdasarkan klasemen setelah matchday kedua, Malaysia berada di posisi pertama karena memiliki selisih gol lebih baik. Indonesia menempati posisi kedua dengan empat poin. Singapura berada di posisi ketiga dengan tiga poin, sedangkan Bangladesh belum memperoleh poin.

Format FIFA ASEAN Cup 2026 membuat persaingan Grup A belum berakhir. FIFA menjelaskan bahwa kompetisi menggunakan format satu putaran dalam fase grup dan hanya juara grup yang melaju ke final masing-masing divisi.

Laga Terakhir Menjadi Penentu

Indonesia masih memiliki satu pertandingan tersisa di fase grup. Garuda akan menghadapi Bangladesh pada 1 Oktober 2026 di Stadion Utama Gelora Bung Karno. Pada hari yang sama, Malaysia akan berhadapan dengan Singapura. Kedua pertandingan dijadwalkan berlangsung pada pukul 19.30 WIB.

Situasi tersebut membuat persaingan menuju posisi teratas Grup A masih terbuka. Indonesia perlu mendapatkan hasil maksimal pada laga terakhir sambil memperhatikan hasil pertandingan Malaysia.

Bagi Garuda, hasil 0-0 melawan Malaysia sekaligus menunjukkan bagaimana tim mampu mempertahankan pertahanan meski harus bermain dengan 10 pemain. Kartu merah Thom Haye menjadi tantangan besar, tetapi Indonesia tetap berhasil membawa pulang satu poin dari pertandingan penuh tekanan tersebut.

Kini fokus skuad Herdman beralih ke Bangladesh. Laga terakhir fase grup akan menjadi kesempatan bagi Indonesia untuk menentukan posisinya sebelum fase penentuan FIFA ASEAN Cup 2026.

Artikel Terkait

Berita Terbaru

Lihat semua →