Lompat ke konten
Saturday, 24 October 2026
Liga Inggris

Arsenal Siapkan PHK hingga 60 Karyawan Usai Perpanjang Kontrak Mikel Arteta Empat Tahun

Asciiking – Arsenal berencana memangkas hingga 60 posisi pekerjaan setelah manajer Mikel Arteta menandatangani kontrak baru berdurasi empat tahun. Kebijakan pengurangan karyawan tersebut disampaikan kepada staf oleh kepala eksekutif Richard Garlick pada pekan ini dan ditujukan untuk sejumlah departemen di luar lapangan.

Pemangkasan diperkirakan berdampak pada sekitar tujuh persen dari total 871 karyawan tetap klub. Namun, kebijakan tersebut tidak mencakup staf kepelatihan maupun tim performa, baik untuk skuad pria maupun wanita.

Arsenal Evaluasi Struktur Tenaga Kerja

Rencana pemangkasan karyawan muncul setelah Arsenal melakukan peninjauan terhadap struktur tenaga kerja bersama perusahaan eksternal. Proses evaluasi tersebut dilaporkan telah berlangsung sebelum klub meraih gelar Liga Inggris pada musim sebelumnya.

Melalui peninjauan itu, manajemen berupaya menentukan kebutuhan tenaga kerja di berbagai departemen. Evaluasi tersebut kemudian menjadi dasar bagi rencana pengurangan hingga 60 posisi pekerjaan.

Dengan jumlah sekitar 871 karyawan tetap, pengurangan yang direncanakan diperkirakan menyentuh tujuh persen dari keseluruhan tenaga kerja klub. Meski jumlah tersebut relatif terbatas dibandingkan total karyawan, kebijakan ini berpotensi membawa perubahan bagi sejumlah departemen nonolahraga.

Arsenal tetap mengecualikan beberapa bagian yang dianggap berada di luar cakupan restrukturisasi. Staf kepelatihan dan tim performa untuk tim pria maupun wanita dipastikan tidak termasuk kelompok yang terdampak.

Begitu pula dengan Arsenal Foundation dan Arsenal in the Community yang menjalankan kegiatan sosial klub, serta departemen keamanan. Pengecualian tersebut menunjukkan bahwa rencana pemangkasan tidak diberlakukan secara merata terhadap seluruh bagian organisasi.

Mikel Arteta Beri Tanggapan soal Rencana PHK

Mikel Arteta turut dimintai tanggapan mengenai kebijakan tersebut menjelang pertandingan Nottingham Forest melawan Arsenal pada Minggu (18/10/2026). Namun, pelatih berusia 44 tahun itu menegaskan bahwa persoalan tenaga kerja merupakan kewenangan manajemen klub.

Ketika pertama kali ditanya mengenai rencana pemangkasan, Arteta menjawab, “pertanyaan ini bukan untuk saya.” Ia kemudian menjelaskan bahwa pihak manajemen telah memberikan penjelasan mengenai proses evaluasi yang dilakukan di berbagai bagian Arsenal.

“Saya telah diberi penjelasan mengenai proses ini, serta analisis yang telah dilakukan di seluruh bagian klub, dengan tujuan untuk terus berkembang dan menjadi lebih baik,” ujar Arteta, seperti dikutip BBC pada Sabtu (17/10/2026).

Arteta juga menyampaikan bahwa manajemen menilai sejumlah perubahan diperlukan agar karyawan menempati posisi yang sesuai dengan kebutuhan organisasi. Menurut penjelasan yang diterimanya, keputusan tersebut berkaitan dengan upaya melakukan investasi untuk mencapai target klub.

“Beberapa keputusan harus diambil untuk menempatkan orang-orang di peran yang tepat dan terus melakukan investasi, demi mencapai apa yang ingin kami raih, kesuksesan yang ingin kami ciptakan. Begitulah penjelasannya,” terang Arteta.

Ia kembali menegaskan bahwa dirinya bukan pihak yang tepat untuk menjelaskan secara terperinci kebijakan ketenagakerjaan tersebut. Dengan demikian, penjelasan mengenai alasan teknis dan pelaksanaan pemangkasan tetap berada di tangan manajemen Arsenal.

Kontrak Baru Arteta Jadi Sorotan

Rencana pengurangan karyawan diumumkan sekitar satu pekan setelah Arteta menandatangani kontrak baru berdurasi empat tahun. Kesepakatan tersebut memperkuat komitmen Arsenal untuk mempertahankan sang pelatih dalam jangka panjang.

Arteta memperoleh kontrak baru setelah membawa Arsenal menjuarai Liga Inggris untuk pertama kalinya sejak 2004 pada musim sebelumnya. Pencapaian tersebut menjadi tonggak penting bagi klub setelah bertahun-tahun berusaha kembali menjadi juara kompetisi domestik.

Kontrak baru itu juga dilaporkan mencakup kenaikan gaji. Arteta sebelumnya menerima sekitar 10 juta poundsterling per tahun, di luar bonus yang disebut mencapai 5 juta poundsterling.

Kombinasi antara kontrak baru bernilai besar dan rencana pengurangan tenaga kerja membuat kebijakan Arsenal menjadi perhatian. Namun, kedua keputusan tersebut berada dalam konteks yang berbeda: perpanjangan kontrak berkaitan dengan posisi pelatih dan proyek olahraga, sedangkan pemangkasan karyawan merupakan bagian dari evaluasi organisasi.

Karena itu, pengumuman tersebut tidak dengan sendirinya membuktikan bahwa kontrak Arteta menjadi penyebab pengurangan tenaga kerja. Berdasarkan informasi yang tersedia, proses peninjauan karyawan telah dimulai sebelum Arsenal meraih gelar liga.

Pendapatan Rekor Belum Menghapus Tekanan Biaya

Kondisi keuangan Arsenal turut menjadi bagian dari pembahasan mengenai kebijakan tersebut. Pada Februari, klub melaporkan pendapatan sebesar 691 juta poundsterling untuk tahun keuangan 2024-2025. Angka itu menjadi rekor pendapatan bagi Arsenal.

Meski mencatat pemasukan besar, klub tetap melaporkan kerugian sebesar 1,4 juta poundsterling. Laporan yang sama menunjukkan bahwa biaya operasional meningkat menjadi 200,8 juta poundsterling, dibandingkan 147,9 juta poundsterling pada tahun keuangan sebelumnya.

Data tersebut memperlihatkan bahwa pendapatan tinggi tidak selalu berarti klub mencatat keuntungan bersih. Biaya operasional yang meningkat dapat memengaruhi hasil akhir keuangan, sehingga manajemen perlu memperhatikan efisiensi dan alokasi sumber daya.

Namun, angka-angka tersebut belum cukup untuk menyimpulkan bahwa kerugian atau kenaikan biaya operasional merupakan satu-satunya alasan di balik rencana PHK. Manajemen Arsenal perlu menjelaskan lebih lanjut hubungan antara hasil evaluasi tenaga kerja, kebutuhan investasi, dan target keuangan klub.

Pada akhirnya, rencana memangkas hingga 60 posisi pekerjaan menjadi bagian dari perubahan organisasi yang tengah disiapkan Arsenal. Sementara Arteta berfokus pada target di lapangan, manajemen menghadapi tugas untuk menyeimbangkan ambisi olahraga, kebutuhan operasional, dan keberlanjutan keuangan klub.

Artikel Terkait

Berita Terbaru

Lihat semua →