Lompat ke konten
Thursday, 15 October 2026
Liga Champions

Status Juara Manchester City di Liga Champions 2023 Kembali Disorot Usai Putusan Pelanggaran Finansial

Asciiking – Kemenangan Manchester City di Liga Champions 2023 kini dipertanyakan, setelah klub tersebut didakwa oleh Liga Premier atas pelanggaran aturan keuangan.

Minggu ini, Manchester City dinyatakan bersalah atas semua tuduhan terkait pelanggaran serius terhadap aturan keuangan Liga Premier, dengan pernyataan resmi Liga Premier yang menegaskan bahwa mereka telah “menyusun kontrak ‘palsu’” dan “menyembunyikan kondisi keuangan sebenarnya dari auditor dan regulator sepak bola”.

Klub tersebut kini menghadapi sanksi berat di dunia sepak bola Inggris, namun kini, malam terhebat mereka di kancah Eropa pun turut dipertanyakan.

Treble Manchester City Kembali Menjadi Sorotan

Musim 2022/2023 menjadi salah satu periode paling bersejarah dalam perjalanan Manchester City. Mereka berhasil memenangkan Premier League, Piala FA, dan Liga Champions dalam satu musim.

Di final Liga Champions yang berlangsung di Istanbul pada Juni 2023, City mengalahkan Inter Milan dengan skor 1-0 melalui gol Rodri. Kesuksesan tersebut membawa klub meraih trofi Liga Champions pertama dalam sejarah mereka sekaligus melengkapi pencapaian treble.

Namun, putusan komisi independen Premier League pada 2026 membuat periode kesuksesan City kembali mendapatkan perhatian. Pasalnya, dugaan pelanggaran finansial yang telah diputuskan tersebut mencakup periode 2009/2010 hingga 2017/2018. Artinya, sebagian besar dugaan pelanggaran yang dinyatakan terbukti terjadi jauh sebelum final Liga Champions 2023.

Kondisi tersebut menjadi penting karena hubungan langsung antara pelanggaran yang diputuskan dan pertandingan final 2023 tidak otomatis terbentuk. Kasus Premier League berfokus pada periode serta aturan tertentu, sementara status gelar Liga Champions berada dalam ranah kompetisi UEFA.

Mengapa Final 2023 Ikut Dipertanyakan?

Pertanyaan mengenai final Liga Champions 2023 muncul dari kemungkinan bahwa pemain yang direkrut selama periode dugaan pelanggaran kemudian menjadi bagian dari skuad Manchester City ketika meraih trofi Eropa.

Komentar seperti itu antara lain muncul dari jurnalis Italia Sandro Sabatini. Ia mempertanyakan apakah dampak pelanggaran finansial pada periode sebelumnya dapat memunculkan konsekuensi terhadap pencapaian yang diraih setelah periode tersebut.

Namun, hal tersebut masih merupakan persoalan interpretasi dan bukan keputusan resmi yang menyatakan bahwa kemenangan City atas Inter pada 2023 tidak sah. Sampai saat ini, tidak terdapat keputusan yang membatalkan hasil final Liga Champions 2023 sebagai konsekuensi langsung dari putusan Premier League tersebut.

Karena itu, penting membedakan antara pertanyaan mengenai dampak hukum dari pelanggaran finansial dengan status pertandingan yang telah dimainkan.

City Ajukan Banding terhadap Putusan

Manchester City telah menolak temuan komisi dan mempertahankan posisi bahwa klub tidak bersalah. Pada 1 Oktober 2026, klub mengajukan banding terhadap putusan tersebut. City menyatakan bahwa keputusan komisi mengandung kesalahan material dalam hukum, prinsip, dan fakta.

Proses banding menjadi tahap penting karena putusan yang ada belum menjadi akhir dari keseluruhan perkara. Manchester City masih memiliki kesempatan untuk menantang temuan komisi melalui mekanisme yang tersedia.

Reuters melaporkan bahwa banding tersebut akan ditangani oleh dewan independen dan keputusan diperkirakan membutuhkan waktu beberapa bulan. Sementara itu, proses penentuan sanksi juga masih terpisah dari putusan mengenai pelanggaran.

Dengan demikian, berbagai spekulasi mengenai kemungkinan pencabutan gelar atau hukuman lainnya belum dapat dianggap sebagai keputusan final.

Dampak terhadap Sejarah Manchester City

Putusan ini tetap memiliki arti besar bagi Manchester City karena temuan komisi menyangkut periode panjang dalam sejarah klub. Premier League menyatakan bahwa City menggunakan sejumlah kontrak komersial yang dianggap tidak mencerminkan kesepakatan sebenarnya, sehingga pendapatan klub dinilai meningkat secara artifisial dan biaya berkurang.

Komisi juga menemukan adanya laporan keuangan yang tidak sesuai serta pelanggaran terhadap kewajiban bekerja sama dalam penyelidikan. Temuan tersebut membuat kembali munculnya pembahasan mengenai pencapaian City pada era tersebut menjadi tidak terhindarkan.

Namun, setiap dampak terhadap trofi atau kompetisi tertentu tetap harus menunggu keputusan dari otoritas yang berwenang. Khusus untuk Liga Champions 2023, kompetisi tersebut berada di bawah UEFA.

Pada 2020, UEFA memang pernah menjatuhkan larangan dua musim kepada Manchester City terkait pelanggaran Financial Fair Play periode 2012 hingga 2016, tetapi hukuman tersebut kemudian dibatalkan oleh Pengadilan Arbitrase Olahraga setelah City mengajukan banding.

Status Gelar Liga Champions 2023 Belum Berubah

Untuk saat ini, City tetap tercatat sebagai juara Liga Champions 2022/2023. Putusan terbaru Premier League belum secara langsung membatalkan kemenangan mereka atas Inter Milan. Perkembangan berikutnya akan sangat bergantung pada hasil banding Manchester City dan proses penentuan sanksi.

Karena itu, pembahasan mengenai masa depan trofi Liga Champions 2023 masih berada pada ranah kemungkinan, bukan keputusan resmi. Situasi tersebut membuat perjalanan hukum Manchester City menjadi perhatian besar sepak bola Eropa.

Apa pun hasil akhirnya, putusan banding akan menjadi bagian penting dalam menentukan bagaimana kasus pelanggaran finansial tersebut memengaruhi klub dan berbagai pencapaiannya pada era sebelumnya.

Artikel Terkait

Berita Terbaru

Lihat semua →