Asciiking – Stadion PTIK dipastikan menjadi lapangan latihan Timnas Indonesia selama bergulirnya FIFA ASEAN Cup 2026. Fasilitas tersebut disiapkan khusus untuk mendukung fokus persiapan skuad Garuda yang dijadwalkan tampil mulai 25 September mendatang.
Sekjen PSSI Yunus Nusi menyatakan pihaknya telah meninjau kondisi kelayakan infrastruktur di lapangan tersebut. PSSI memastikan seluruh aspek pendukung mulai dari kualitas rumput hingga sistem keamanan telah dipersiapkan secara maksimal.

PTIK Jadi Bagian Penting Persiapan Garuda
Pemilihan PTIK sebagai salah satu tempat latihan memberikan peran strategis bagi stadion yang berada di kawasan Melawai, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan tersebut. Lapangan latihan menjadi bagian yang tidak kalah penting dibandingkan stadion pertandingan. Di tempat inilah pemain menjalankan program latihan, melakukan pemulihan, mematangkan strategi, hingga mempersiapkan diri menghadapi karakter permainan lawan.
Karena itu, PSSI perlu memastikan setiap detail fasilitas dapat menunjang kebutuhan tim nasional. Pemeriksaan Erick mencakup kondisi permukaan lapangan, tempat transit pemain, hingga toilet. Koordinasi dengan pengelola PTIK dan tim PSSI juga dilakukan untuk memastikan kebutuhan selama turnamen dapat dipenuhi. Aspek keamanan pemain menjadi salah satu hal yang turut diperhatikan dalam persiapan tersebut.
Langkah tersebut menunjukkan bahwa persiapan tuan rumah tidak berhenti pada kesiapan venue pertandingan. Infrastruktur yang digunakan peserta sepanjang turnamen juga harus mendapatkan perhatian agar penyelenggaraan berjalan tanpa gangguan.
Erick Thohir Pastikan Fasilitas Tidak Mengganggu Persiapan Tim
Erick Thohir memiliki alasan kuat untuk turun langsung memeriksa PTIK. Timnas Indonesia akan menjadi salah satu sorotan utama ketika Indonesia menjadi tuan rumah FIFA ASEAN Cup 2026. Karena itu, kebutuhan skuad Garuda harus dipastikan sejak jauh-jauh hari. Tim nasional membutuhkan fasilitas latihan yang memungkinkan pemain menjalankan program pelatih dengan maksimal tanpa terganggu persoalan teknis.
Dalam kunjungannya, Erick juga menyampaikan rencana untuk kembali mendatangi PTIK. Kehadirannya bukan hanya untuk melakukan pemeriksaan , tetapi juga memberikan dukungan langsung kepada pemain menjelang pertandingan. “Saya akan ke sini lagi nanti, untuk membakar semangat para pemain,” ujar Erick dalam laporan mengenai kunjungan tersebut.
Pernyataan tersebut memperlihatkan bahwa perhatian terhadap Timnas Indonesia tidak hanya menyangkut infrastruktur. PSSI juga ingin membangun atmosfer positif agar para pemain merasa mendapat dukungan penuh ketika mempersiapkan diri menghadapi turnamen.
Empat Venue Dicek Menjelang Turnamen
PTIK bukan satu-satunya lokasi yang diperiksa PSSI. Erick sebelumnya meninjau sejumlah fasilitas yang akan digunakan untuk mendukung FIFA ASEAN Cup 2026 di Jakarta. Stadion Utama Gelora Bung Karno, Stadion Madya, Lapangan ABC Senayan, dan Stadion PTIK menjadi bagian dari rangkaian inspeksi pada 8 September 2026.
SUGBK akan menjadi venue pertandingan Grup A, sementara beberapa lapangan lainnya disiapkan sebagai fasilitas latihan bagi tim peserta. Dengan demikian, jaringan venue di Jakarta memiliki fungsi berbeda tetapi saling berkaitan selama turnamen berlangsung. Pemeriksaan tersebut juga dilakukan setelah sejumlah fasilitas terdampak abu vulkanik.
Kondisi lapangan dan fasilitas pendukung harus kembali dipastikan dalam keadaan optimal sebelum digunakan para pemain. Pembersihan menjadi salah satu pekerjaan yang dilakukan pengelola. Di kawasan GBK, petugas juga terus melakukan perawatan rumput secara rutin untuk menjaga kualitas lapangan.
SUGBK Tetap Menjadi Panggung Utama
Jika PTIK memiliki fungsi sebagai lokasi latihan, SUGBK akan menjadi panggung utama Timnas Indonesia dalam fase grup. Indonesia tergabung di Grup A bersama Singapura, Bangladesh, dan Malaysia. Seluruh pertandingan Grup A dijadwalkan berlangsung di SUGBK, sehingga skuad Garuda memiliki keuntungan bermain di hadapan pendukung sendiri.
Sementara itu, Grup B yang dihuni Vietnam, Thailand, Filipina, dan Pakistan akan memainkan pertandingan di Stadion Si Jalak Harupat, Bandung. Pembagian tersebut membuat persiapan fasilitas di Jakarta menjadi sangat penting. Selain menjadi pusat pertandingan Grup A, ibu kota juga menjadi salah satu pusat aktivitas latihan peserta.
Polri Ikut Siapkan Jalur Menuju Tempat Latihan
Persiapan turnamen juga melibatkan aspek keamanan dan mobilitas. Polri sebelumnya telah menyatakan dukungan terhadap penggunaan Lapangan PTIK sebagai tempat latihan Timnas Indonesia. Pengamanan tidak hanya diarahkan ke stadion pertandingan, tetapi juga mencakup perjalanan tim dari penginapan menuju tempat latihan dan sebaliknya.
Hal ini penting karena mobilitas peserta akan meningkat selama kompetisi berlangsung. Dengan dukungan berbagai pihak, PTIK diharapkan mampu memberikan kenyamanan bagi Timnas Indonesia selama menjalani persiapan.
FIFA ASEAN Cup Jadi Ujian bagi Tuan Rumah
Indonesia akan mencatat sejarah karena menjadi tuan rumah penyelenggaraan FIFA ASEAN Cup untuk pertama kalinya. Pemerintah dan PSSI pun berusaha memastikan turnamen tidak hanya sukses dari sisi pertandingan, tetapi juga dari segi penyelenggaraan. FIFA ASEAN Cup 2026 dijadwalkan berlangsung pada akhir September hingga awal Oktober.
Indonesia mendapat kesempatan menjadi tuan rumah setelah pemerintah memberikan Government Guarantee kepada FIFA sebagai bagian dari proses persiapan penyelenggaraan. Bagi Timnas Indonesia, turnamen tersebut menjadi kesempatan untuk menunjukkan performa terbaik di depan publik sendiri. Karena itu, keberadaan fasilitas latihan seperti PTIK menjadi bagian penting dari perjalanan menuju pertandingan.
Dengan inspeksi yang terus dilakukan, PSSI berusaha memastikan tidak ada persoalan fasilitas yang mengganggu persiapan Garuda. PTIK pun diharapkan menjadi tempat yang nyaman bagi pemain untuk menjaga kondisi, mengasah taktik, dan mematangkan strategi. Pada akhirnya, keberhasilan Indonesia sebagai tuan rumah tidak hanya akan dinilai dari kesiapan SUGBK ketika pertandingan berlangsung.
Kualitas fasilitas latihan, keamanan, mobilitas tim, serta pelayanan kepada seluruh peserta juga menjadi bagian dari gambaran profesionalisme penyelenggara. Bagi Timnas Indonesia, semua persiapan tersebut memiliki satu tujuan utama, yaitu memastikan skuad Garuda dapat berkonsentrasi penuh untuk menghadapi FIFA ASEAN Cup 2026 dan memberikan hasil terbaik di hadapan pendukung sendiri.






