Asciiking – Luciano Moggi mengomentari performa Juventus saat ditekuk Lazio 0-3 dalam laga pekan ketujuh Liga Italia. Juventus ditaklukkan oleh Lazio 0-3 dalam laga pekan ketujuh Liga Italia musim 2026-2027 di Juventus Stadium pada hari Minggu (18/10/2026). Kala itu, tiga gol Lazio dicetak oleh Oliver Provstgaard (37′), Gustav Isaksen (66′), dan Fisayo Dele-Bashiru (89′).

Luciano Moggi Menilai Juventus Tidak Menunjukkan Permainan
Moggi, yang pernah menjadi bagian penting dari manajemen Juventus pada periode 1994 hingga 2006, tidak menyembunyikan kekecewaannya terhadap penampilan mantan klubnya. Ia bahkan menilai kekalahan dari Lazio memperlihatkan persoalan yang lebih mendasar daripada sekadar kesalahan teknis atau kegagalan memanfaatkan peluang.
Dalam komentarnya yang dikutip Football Italia, Moggi menyatakan bahwa Juventus seolah-olah tidak benar-benar bermain ketika menghadapi Lazio. Menurutnya, membahas kualitas permainan tim menjadi sulit karena Bianconeri dinilai tidak memperlihatkan performa yang layak untuk dianalisis secara normal.
Moggi juga menyinggung pernyataan bek Juventus, Gleison Bremer. Ia menyarankan agar publik memperhatikan komentar pemain tersebut untuk memahami situasi yang sedang berlangsung di dalam tim.
Meski tidak menjelaskan secara terperinci persoalan internal yang dimaksud, pernyataan Moggi mengisyaratkan bahwa masalah Juventus tidak hanya berkaitan dengan hasil pertandingan. Ia memilih mengarahkan pertanyaan mengenai situasi klub kepada pihak-pihak yang bertanggung jawab atas pengelolaan tim.
Sebagai sosok yang pernah terlibat dalam kesuksesan Juventus, termasuk perjalanan klub menuju gelar Liga Champions 1995-1996, kritik Moggi menjadi perhatian di tengah tekanan yang muncul setelah kekalahan dari Lazio.
Absennya Luciano Spalletti Ikut Menjadi Sorotan
Selain mengkritik penampilan pemain, Moggi turut menyoroti ketidakhadiran pelatih Luciano Spalletti dalam pertandingan tersebut. Berdasarkan laporan yang diberikan, Spalletti tidak mendampingi tim karena sedang menjalani hukuman sanksi.
Bagi Moggi, situasi itu menjadi persoalan penting karena Juventus membutuhkan arahan yang jelas ketika menghadapi pertandingan sulit. Ketidakhadiran pelatih di tepi lapangan dapat menambah tantangan bagi tim dalam menjaga koordinasi dan merespons perubahan situasi pertandingan.
Moggi menegaskan bahwa persoalan cedera tidak semestinya selalu digunakan sebagai pembenaran atas hasil mengecewakan. Ia menilai Juventus perlu menghadapi persoalan yang ada secara langsung, bukan terus mencari alasan setelah kehilangan poin.
Pernyataan tersebut sekaligus menambah tekanan terhadap jajaran kepelatihan. Spalletti dan stafnya dituntut mengevaluasi penampilan tim, memperbaiki koordinasi antarlini, serta memastikan para pemain dapat menunjukkan respons yang lebih baik pada pertandingan berikutnya.
Meski demikian, kekalahan dari Lazio tidak dengan sendirinya membuktikan bahwa seluruh persoalan Juventus bersumber dari pelatih. Evaluasi menyeluruh tetap diperlukan untuk memahami kontribusi berbagai faktor terhadap hasil pertandingan.
Nama Antonio Conte Kembali Diperbincangkan
Di tengah kritik terhadap Juventus, muncul pula pembicaraan mengenai kemungkinan kembalinya Antonio Conte. Menurut materi laporan, sebagian pendukung klub kembali menyuarakan nama pelatih yang pernah menangani Bianconeri pada periode 2011 hingga 2014 tersebut.
Conte memiliki rekam jejak kuat bersama Juventus. Selama masa kepelatihannya, tim berhasil memenangkan tiga gelar Serie A secara beruntun pada musim 2011-2012, 2012-2013, dan 2013-2014.
Catatan tersebut membuat namanya tetap memiliki tempat tersendiri di kalangan pendukung Juventus. Pengalaman Conte membangun tim kompetitif menjadi salah satu alasan mengapa namanya kembali muncul ketika klub menghadapi periode sulit.
Namun, Moggi tidak ingin berspekulasi mengenai kemungkinan Conte kembali menangani Juventus. Ia menyarankan agar pertanyaan tersebut ditujukan kepada para pendukung dan menegaskan bahwa dirinya tidak dapat memberikan penilaian pasti dari luar organisasi klub.
Dengan demikian, kemunculan nama Conte masih perlu dipandang sebagai pembicaraan di kalangan pendukung, bukan bukti bahwa Juventus sedang menjalankan negosiasi untuk menunjuknya sebagai pelatih.
Juventus Perlu Merespons Kritik dengan Perbaikan
Kekalahan 0-3 dari Lazio menjadi hasil yang harus segera dievaluasi Juventus. Kritik Moggi memperlihatkan besarnya perhatian terhadap kondisi tim, terlebih ketika penampilan di lapangan belum memenuhi harapan pendukung.
Fokus Juventus selanjutnya adalah memperbaiki konsistensi permainan, meningkatkan koordinasi antarpemain, dan menemukan solusi atas masalah yang muncul selama pertandingan. Situasi kepelatihan juga perlu dikelola dengan baik agar tim memiliki arah yang jelas dalam menghadapi jadwal berikutnya.
Sementara itu, spekulasi mengenai Antonio Conte belum memberikan kepastian tentang perubahan di kursi pelatih. Juventus perlu menunjukkan perkembangan nyata di lapangan sebelum berbagai pertanyaan mengenai masa depan tim memperoleh jawaban.
Bagi Moggi, kekalahan dari Lazio menjadi gambaran bahwa Juventus sedang menghadapi persoalan serius. Kini, perhatian tertuju pada bagaimana klub merespons kritik tersebut dan membuktikan kemampuannya bangkit dalam persaingan Liga Italia.






