Asciiking – AC Milan harus segera mencari pengganti di posisi bek menjelang bursa transfer Januari mendatang setelah Matteo Gabbia dipastikan akan absen dalam waktu lama akibat cedera. Gabbia mengalami cedera serius saat pertandingan melawan Sassuolo pada pekan keenam Liga Italia, yang berlangsung pada Minggu (11/10/2026) di Mapei Stadium.
Dia mengalami masalah di kaki kirinya saat berusaha menghentikan pergerakan Armand Lauriente, hanya 15 menit setelah laga dimulai. Bek berusia 26 tahun itu tidak mampu berdiri sendiri dan terlihat menangis saat ditandu keluar, indikasi bahwa cederanya cukup parah. Hasil tes awal menunjukkan adanya luka pada otot yang melibatkan sebagian tendon.
Cedera Gabbia Membuat Pilihan Bek Milan Menipis
Absennya Gabbia membuat pelatih Ruben Amorim perlu menyusun ulang pilihan pemain di sektor pertahanan. Milan masih memiliki Koni De Winter, Strahinja Pavlovic, Mario Gila, dan Fikayo Tomori untuk mengisi posisi bek tengah. Namun, jumlah tersebut berpotensi menjadi persoalan apabila tim menghadapi cedera tambahan atau harus melakukan rotasi dalam periode pertandingan yang padat.
Milan dijadwalkan bersaing di Liga Italia, Coppa Italia, dan Liga Europa, sehingga kedalaman skuad menjadi salah satu faktor penting untuk mempertahankan performa. Klub juga mempunyai bek muda seperti Sankhoun Diawara dan Valeri Vladimirov.
Meski demikian, mengandalkan pemain muda sepenuhnya di tengah persaingan tiga kompetisi tentu membutuhkan pertimbangan matang, terutama jika mereka belum memiliki pengalaman yang cukup untuk menghadapi tekanan pertandingan senior secara konsisten. Kondisi ini menyoroti keputusan Milan pada bursa transfer musim panas.
Ketika itu, klub memilih tidak mendatangkan bek tambahan karena belum menemukan pemain yang sesuai dengan kebutuhan dan anggaran yang telah ditetapkan. Kini, cedera Gabbia berpotensi mengubah perhitungan tersebut. Milan perlu mempertimbangkan apakah kedalaman pertahanan yang tersedia cukup untuk melewati beberapa bulan ke depan atau justru membutuhkan tambahan pemain berpengalaman.
Kembalinya Tomori ke dalam skuad setelah sempat tersisih juga menunjukkan bahwa Milan harus memaksimalkan sumber daya yang dimiliki. Namun, mengandalkan pemain yang tersedia saja dapat meningkatkan risiko apabila jadwal padat mulai menguras kebugaran para bek.
Goncalo Inacio dan Kim Min-jae Jadi Alternatif
Untuk mengatasi kekurangan pemain di jantung pertahanan, AC Milan dapat kembali mempertimbangkan sejumlah target yang sebelumnya masuk dalam radar transfer mereka. Dua nama yang disebut sebagai opsi adalah Goncalo Inacio dan Kim Min-jae. Inacio menawarkan pilihan bek tengah yang dapat dipertimbangkan untuk kebutuhan jangka panjang.
Sementara itu, Kim Min-jae memiliki pengalaman bermain di level tertinggi dan bisa memberikan tambahan kualitas untuk menghadapi persaingan domestik maupun Eropa. Meski menarik, kedua pemain tersebut diperkirakan membutuhkan biaya transfer yang cukup besar.
Situasi itu membuat Milan harus menghitung secara cermat kebutuhan tim dan kemampuan finansial klub sebelum mengambil keputusan. Bursa transfer Januari juga memiliki tantangan tersendiri. Klub pemilik pemain biasanya tidak mudah melepas pemain penting ketika musim masih berjalan, terutama jika mereka juga sedang bersaing dalam beberapa kompetisi.
Karena itu, Milan perlu menyiapkan alternatif agar tidak bergantung pada satu atau dua target saja. Salah satu pendekatan yang lebih ekonomis adalah mencari pemain berstatus agen bebas. Dengan skema tersebut, Milan dapat merekrut pemain tanpa membayar biaya transfer kepada klub sebelumnya, meskipun tetap perlu mempertimbangkan gaji, bonus, dan ketentuan kontrak.
Pilihan ini berpotensi lebih sesuai apabila Milan ingin menambah kedalaman skuad tanpa mengeluarkan anggaran besar di tengah musim. Di antara nama yang dapat dipertimbangkan, Francesco Acerbi muncul sebagai salah satu kandidat berpengalaman.
Francesco Acerbi Bisa Menjadi Solusi Jangka Pendek
Acerbi merupakan bek tengah berusia 38 tahun yang pernah memperkuat Inter Milan. Kontraknya tidak diperpanjang setelah musim 2025/2026 berakhir, sehingga ia tersedia sebagai opsi bagi klub yang membutuhkan pemain tanpa biaya transfer. Selama membela Inter sejak musim 2022/2023, Acerbi mencatatkan 148 penampilan.
Ia juga masih mampu bermain dalam 26 pertandingan di semua kompetisi pada musim terakhirnya bersama klub tersebut. Pengalaman itu dapat menjadi nilai tambah bagi Milan, terutama ketika mereka membutuhkan pemain yang langsung memahami tuntutan sepak bola tingkat tinggi.
Kehadiran bek veteran juga berpotensi membantu menjaga organisasi pertahanan dan memberikan arahan kepada pemain yang lebih muda. Menariknya, Acerbi bukan sosok asing bagi Rossoneri. Ia pernah membela AC Milan pada musim 2012/2013 ketika klub masih ditangani Massimiliano Allegri.
Namun, rekam jejak masa lalunya tidak otomatis menjamin bahwa ia akan kembali ke San Siro dalam waktu dekat. Usia Acerbi juga menjadi pertimbangan penting. Milan perlu menilai kondisi fisik, kemampuan mempertahankan intensitas permainan, serta kecocokannya dengan strategi Amorim sebelum memutuskan untuk merekrutnya.
Jika Milan memilih Acerbi, perekrutan tersebut lebih masuk akal sebagai solusi jangka pendek untuk menutup kekurangan pemain selama Gabbia menjalani pemulihan. Sementara itu, perekrutan bek yang lebih muda dapat tetap dipertimbangkan sebagai bagian dari rencana jangka panjang.
Pada akhirnya, cedera Gabbia membuat AC Milan perlu mengevaluasi strategi transfer mereka. Inacio dan Kim Min-jae menawarkan alternatif dengan biaya yang berpotensi besar. Sedangkan Acerbi bisa menjadi pilihan lebih ekonomis karena berstatus agen bebas. Keputusan Milan akan bergantung pada keseimbangan antara kebutuhan mendesak, kondisi finansial, dan rencana pembangunan lini pertahanan untuk musim-musim berikutnya.







