Asciiking – Lautaro Martinez sekali lagi menjadi pahlawan bagi Inter, mencetak dua gol krusial untuk memastikan hasil imbang 2-2 melawan Roma, tetapi sang kapten sama sekali tidak puas dengan performa timnya.
Meski bangkit dengan penuh semangat pada babak kedua di Stadio Olimpico, striker Argentina itu menyampaikan penilaian tegas terhadap kebiasaan Inter yang terus berulang, yakni memulai pertandingan dengan lambat.

Roma Dominan pada Babak Pertama
Inter menjalani pertandingan dengan awal yang kurang meyakinkan. Roma memanfaatkan situasi tersebut untuk membangun keunggulan dan berhasil mencetak dua gol melalui Manu Kone sebelum pertandingan memasuki menit ke-40. Tertinggal 0-2 membuat Inter kembali berada dalam situasi yang sebenarnya sudah mereka alami beberapa kali pada awal musim ini.
Tim asuhan Simone Inzaghi harus meningkatkan intensitas permainan setelah turun minum apabila ingin membawa pulang poin dari ibu kota Italia. Perubahan tersebut mulai terlihat pada awal babak kedua. Inter bermain lebih agresif dan meningkatkan tekanan ke pertahanan Roma.
Martinez kemudian mengambil tanggung jawab sebagai kapten. Ia mencetak gol pertama Inter pada menit ke-46 untuk memangkas ketertinggalan. Tekanan Nerazzurri terus berlanjut hingga akhirnya Martinez kembali mencatatkan namanya di papan skor melalui sebuah tendangan voli pada menit ke-79. Gol tersebut memastikan pertandingan berakhir 2-2 dan Inter berhasil membawa pulang satu poin.
Martinez Soroti Sikap Inter pada Awal Laga
Meskipun berhasil menjadi penentu kebangkitan tim, Martinez tidak menutupi kekecewaannya terhadap performa Inter pada babak pertama. Dalam wawancara setelah pertandingan, sang kapten menilai timnya tidak menunjukkan sikap yang seharusnya sejak pertandingan dimulai. Baginya, kehilangan satu babak penuh dapat menjadi masalah besar ketika menghadapi lawan dengan kualitas seperti Roma.
Martinez menilai perubahan mentalitas pada babak kedua memang membantu Inter keluar dari situasi sulit. Namun, pola tersebut tidak boleh terus berulang karena semakin sering tim tertinggal, semakin besar pula risiko kehilangan poin. Peringatan tersebut menjadi penting karena Inter kembali harus mengeluarkan energi besar untuk mengejar ketertinggalan.
Comeback Mulai Menjadi Pola Berulang
Pertandingan melawan Roma bukan satu-satunya kesempatan ketika Inter harus bangkit setelah tertinggal dua gol. Dalam beberapa pertandingan terakhir, skenario serupa telah berulang. Salah satu contohnya terjadi ketika Inter menghadapi Napoli pada awal September. Nerazzurri sempat tertinggal 0-2 sebelum akhirnya mengubah keadaan menjadi kemenangan 3-2.
Martinez juga menjadi salah satu pemain penting dalam kebangkitan tersebut dengan mencetak dua gol. Situasi serupa kembali terjadi ketika Inter vs Udinese. Mereka kembali tertinggal dua gol, tetapi mampu memberikan respons luar biasa dan memenangkan pertandingan dengan skor 5-3. Serangkaian comeback tersebut memperlihatkan daya juang para pemain Inter. Namun, Martinez melihat sisi lain yang perlu mendapatkan perhatian.
Menurutnya, tim tidak dapat mengandalkan kemampuan mengejar lawan setiap kali menghadapi pertandingan. Jika pola tersebut terus berlanjut, Inter berpotensi kehilangan poin ketika menghadapi lawan yang mampu mempertahankan keunggulan hingga akhir pertandingan.
Martinez Tetap Menghargai Satu Poin
Terlepas dari kritiknya terhadap performa tim, Martinez tetap melihat hasil imbang di kandang Roma sebagai poin yang cukup berharga. Roma merupakan salah satu tim yang tampil kompetitif pada awal musim. Karena itu, mampu menghindari kekalahan setelah tertinggal dua gol tetap menjadi hasil yang memiliki arti bagi Inter.
Hasil tersebut juga membuat persaingan di papan atas Serie A semakin menarik. Roma masih berada di posisi teratas dengan 13 poin, sementara Inter menempati peringkat kedua dan hanya tertinggal berdasarkan selisih gol. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa persaingan masih sangat terbuka, tetapi Inter perlu menemukan konsistensi agar tidak selalu berada dalam situasi sulit.
Performa Martinez Terus Meningkat
Dari sisi individu, Martinez menjalani awal musim yang cukup produktif. Dua gol ke gawang Roma membuat koleksi golnya pada musim ini bertambah menjadi empat. Performa tersebut menjadi bagian dari proses Martinez untuk kembali mencapai kondisi terbaik. Ia mengungkapkan bahwa dirinya menjalani program latihan fisik yang lebih serius sepanjang musim panas.
Upaya tersebut tidak terlepas dari pengalaman sulit yang dialaminya bersama tim nasional Argentina dalam periode sebelumnya. Martinez mengaku pengalaman tersebut menjadi dorongan baginya untuk bekerja lebih keras dan memberikan kontribusi maksimal bagi Inter. Kini, sang kapten tidak hanya menjadi pencetak gol penting, tetapi salah satu pemain yang menyuarakan kebutuhan Inter untuk memperbaiki pendekatan mereka sejak menit pertama.
Bagi Nerazzurri, kemampuan membalikkan keadaan memang menunjukkan karakter kuat. Namun, pesan Martinez cukup jelas: Inter perlu berhenti memberikan lawan keuntungan terlalu besar sebelum akhirnya berusaha mengejar pertandingan. Pertandingan berikutnya akan menjadi kesempatan bagi tim Inzaghi untuk membuktikan apakah kritik sang kapten tersebut mampu diterjemahkan menjadi perubahan di atas lapangan.






