Lompat ke konten
Thursday, 15 October 2026
Liga Champions

Lamine Yamal Incar Trofi Liga Champions dan Targetkan Dominasi Bersama Barcelona

Asciiking – Penyerang Barcelona Lamine Yamal menegaskan ambisinya untuk menjuarai Liga Champions usai mengoleksi berbagai trofi di tingkat domestik maupun internasional, sebagaimana dilansir Asciiking pada Rabu (23/9/2026).

Koleksi Trofi Yamal Masih Belum Lengkap

Perkembangan Yamal dalam beberapa musim terakhir membuatnya menjadi salah satu pemain muda paling menonjol di sepak bola Eropa. Ia tidak hanya mendapatkan kepercayaan tampil secara reguler bersama Barcelona, tetapi juga mulai mengumpulkan berbagai gelar dalam usia yang sangat muda.

Tiga gelar LaLiga menjadi bukti kontribusinya terhadap kesuksesan Barcelona di kompetisi domestik. Sementara itu, kiprahnya bersama Timnas Spanyol memberikan pengalaman tambahan di level internasional.

Akan tetapi, Yamal tidak ingin berhenti pada pencapaian tersebut. Baginya, jumlah gelar yang sudah diperoleh bukan alasan untuk menurunkan ambisi.

“Anda selalu bisa melangkah lebih jauh. Aku telah memenangkan tiga gelar liga, dan dalam pikiranku, aku ingin memenangkan tujuh atau delapan, setidaknya,” ujar Yamal.

Pernyataan tersebut memperlihatkan bahwa pemain kelahiran Spanyol itu memiliki target jangka panjang untuk terus menambah koleksi trofinya. Ia bahkan tidak hanya berbicara tentang satu atau dua gelar LaLiga, tetapi membayangkan pencapaian yang jauh lebih besar bersama Barcelona.

Liga Champions Jadi Target Berikutnya

Di antara berbagai trofi yang sudah diraih, Liga Champions menjadi satu kompetisi yang masih belum berhasil dimenangkan Yamal. Barcelona memang pernah melangkah jauh dalam turnamen tersebut selama perjalanan karier sang pemain, tetapi belum mampu mengantarkan Yamal hingga menjadi juara.

Pencapaian terbaik Yamal di Liga Champions sejauh ini adalah mencapai semifinal pada 2025. Langkah Barcelona kemudian terhenti setelah mereka disingkirkan Inter Milan.

Pengalaman tersebut menjadi pelajaran sekaligus motivasi bagi Yamal. Setelah merasakan tekanan pertandingan di fase akhir kompetisi, ia kini ingin membawa Barcelona melangkah lebih jauh.

“Aku berharap untuk memenangkan lebih banyak lagi. Aku belum memenangkan Liga Champions; Aku ingin memenangkannya,” tambah Yamal.

Keinginan tersebut menjadi semakin penting karena Liga Champions memiliki nilai prestise yang berbeda dibandingkan kompetisi domestik. Bagi pemain seperti Yamal, kesuksesan di level Eropa juga menjadi tolok ukur penting dalam perjalanan kariernya bersama Barcelona.

Tidak Puas Hanya dengan Satu Gelar

Menariknya, ambisi Yamal tidak berhenti pada keinginan memenangkan satu trofi Liga Champions. Ia justru langsung memasang target yang jauh lebih tinggi apabila berhasil membawa Barcelona menjadi juara.

Yamal menjadikan Paris Saint-Germain sebagai salah satu contoh yang membuatnya menetapkan standar tersebut. Menurutnya, jika sebuah klub mampu memenangkan Liga Champions secara beruntun, Barcelona juga harus memiliki ambisi serupa.

“Apabila diriku memenangkan satu [Liga Champions], mengetahui bahwa PSG memenangkan dua kali beruntun, aku ingin memenangkan tiga kali berturut-turut,” tegas Yamal.

Pernyataan tersebut menggambarkan mentalitas kompetitif yang ingin terus ia pertahankan. Yamal tidak melihat trofi sebagai pencapaian akhir, melainkan sebagai bagian dari target yang dapat terus ditingkatkan.

Jika Barcelona berhasil memenangkan Liga Champions pada masa mendatang, Yamal berpotensi menjadikan keberhasilan tersebut sebagai awal dari target baru. Ia ingin membantu klub tidak sekadar kembali menjadi juara Eropa, tetapi juga membangun periode dominasi di kompetisi tersebut.

Barcelona dan Peran Besar Yamal

Ambisi Yamal tentu berkaitan erat dengan proyek Barcelona di masa mendatang. Sebagai salah satu pemain muda utama dalam skuad, dirinya diproyeksikan memiliki peran penting dalam upaya klub mempertahankan kesuksesan di Spanyol sekaligus kembali bersaing secara konsisten di Eropa.

Pengalaman yang didapat sejak usia muda membuat Yamal semakin terbiasa menghadapi pertandingan dengan tekanan tinggi. Ia sudah tampil dalam laga-laga penting di kompetisi domestik maupun Liga Champions, sehingga pengalaman tersebut dapat menjadi modal untuk menghadapi tantangan berikutnya.

Bagi Barcelona, keberadaan pemain dengan ambisi sebesar Yamal dapat menjadi bagian dari upaya membangun generasi baru. Klub tidak hanya membutuhkan pemain berbakat, tetapi juga sosok yang memiliki keinginan untuk terus berkembang dan mengejar trofi.

Yamal sendiri telah menunjukkan bahwa dirinya tidak ingin cepat puas. Tiga gelar LaLiga, kesuksesan bersama Spanyol, dan pengalaman mencapai semifinal Liga Champions belum membuatnya menganggap perjalanan kariernya selesai.

Mengejar Sejarah Baru

Pada usia 19 tahun, Yamal masih memiliki waktu panjang untuk mengejar berbagai target yang telah ditetapkannya. Liga Champions menjadi salah satu tantangan terbesar berikutnya, sementara ambisi memenangkan banyak gelar LaLiga menunjukkan bahwa ia ingin membangun warisan panjang bersama Barcelona.

Target tersebut juga memperlihatkan perubahan perspektif Yamal dari sekadar pemain muda berbakat menjadi pemain yang mulai berbicara mengenai pencapaian jangka panjang. Ia ingin mengukur kariernya melalui jumlah trofi dan kontribusi terhadap kesuksesan tim.

Barcelona pun akan menjadi panggung utama bagi ambisi tersebut. Setelah merasakan kegagalan di semifinal Liga Champions, Yamal kini memiliki pengalaman yang dapat menjadi bekal untuk menghadapi fase-fase krusial pada musim berikutnya.

Keinginan memenangkan satu Liga Champions kemudian berkembang menjadi target tiga gelar beruntun. Seberapa jauh ambisi tersebut dapat diwujudkan akan bergantung pada perjalanan Barcelona di Eropa, tetapi satu hal sudah jelas, Yamal ingin terus menambah koleksi trofi dan menjadikan Liga Champions sebagai salah satu pencapaian terbesar dalam kariernya.

Artikel Terkait

Berita Terbaru

Lihat semua →