Asciiking – Pelatih Timnas Indonesia, John Herdman, mengungkapkan alasan penyerang Dean Zandbergen sulit melanjutkan proses naturalisasi untuk memperkuat skuad Garuda. Kendala utama terletak pada persyaratan garis keturunan pemain VVV Venlo tersebut, sehingga peluangnya membela Indonesia sejauh ini belum dapat terwujud.
Herdman membicarakan persoalan itu saat menjawab pertanyaan mengenai kebutuhan Timnas Indonesia di posisi penyerang tengah dalam wawancara eksklusif bersama KOMPAS.com, Jumat (16/10/2026) pagi hari WIB. Menurut dia, posisi tersebut masih menjadi perhatian karena pilihan pemain untuk mengisi lini depan belum sepenuhnya ideal.

Persyaratan Keturunan Menghambat Peluang Dean Zandbergen
Herdman mengakui bahwa pihaknya sempat mendekati Zandbergen untuk menjajaki kemungkinan membawanya ke Timnas Indonesia. Akan tetapi, pemeriksaan terhadap latar belakang keluarga pemain tersebut menunjukkan bahwa hubungan keturunannya tidak memenuhi persyaratan yang diperlukan.
“Kami sempat dekat dengan Dean Zandbergen, tetapi garis keturunannya tidak memenuhi syarat, itu dari buyutnya, jadi Anda memiliki peluang-peluang ini, lalu kami melakukan semua riset, dan hasilnya seperti, ‘Ah, sudah sangat dekat, tetapi belum memenuhi syarat.'”
Pernyataan tersebut menggambarkan bahwa ketertarikan seorang pemain untuk membela Indonesia belum tentu cukup untuk membuka jalan menuju naturalisasi. Federasi dan tim terkait tetap perlu memeriksa dokumen serta memastikan calon pemain memenuhi ketentuan kewarganegaraan dan persyaratan yang berlaku untuk memperkuat tim nasional.
Dalam kasus Zandbergen, hubungan keluarga yang berasal dari buyut menjadi kendala utama sebagaimana dijelaskan Herdman. Hal itu membuat proses penjajakan yang sebelumnya berjalan cukup dekat tidak dapat diteruskan sesuai harapan.
Meski demikian, persoalan tersebut tidak serta-merta menunjukkan bahwa Zandbergen tidak memiliki ketertarikan terhadap Indonesia. Kendala yang diungkapkan pelatih berkaitan dengan persyaratan kelayakan, bukan semata-mata keinginan pemain untuk bergabung.
Timnas Indonesia Masih Membutuhkan Penyerang Tengah
Selain membahas Zandbergen, Herdman menyoroti tantangan dalam mencari pemain yang sesuai untuk mengisi posisi penyerang tengah. Posisi tersebut menjadi salah satu perhatian karena tim membutuhkan pilihan yang mampu memberikan kontribusi konsisten di area depan.
Menurut Herdman, pencarian striker tidak selalu berjalan mudah. Sejumlah pemain yang berpotensi mengisi posisi tersebut juga memiliki peluang untuk memperkuat negara lain. Situasi ini membuat persaingan mendapatkan pemain berkualitas semakin kompleks.
“Ya, tentu saja. Tentu saja, dan saya pikir tantangannya adalah siapa pun yang bermain di posisi tersebut sudah melirik peluang di negara lain, itu sudah pasti,” ujar Herdman.
Komentar tersebut memperlihatkan bahwa Timnas Indonesia harus mempertimbangkan berbagai faktor ketika mencari tambahan kekuatan di lini serang. Selain kemampuan teknis dan kebutuhan taktik, keputusan pemain mengenai negara yang ingin dibelanya turut memengaruhi peluang perekrutan.
Bagi Herdman, menemukan penyerang yang tepat bukan hanya persoalan menambah jumlah pemain. Tim membutuhkan sosok yang dapat menyesuaikan diri dengan strategi, memahami peran dalam sistem permainan, dan memberikan kontribusi ketika memperoleh kesempatan tampil.
Ketersediaan pemain yang memenuhi persyaratan juga menjadi bagian penting dari proses tersebut. Karena itu, setiap kandidat perlu melewati penilaian menyeluruh sebelum masuk ke tahap berikutnya.
Herdman Tetap Percaya pada Potensi Penyerang Indonesia
Walaupun proses mendekati Zandbergen tidak menghasilkan jalan keluar, Herdman menegaskan bahwa Indonesia masih memiliki banyak penyerang berbakat. Ia menyatakan tim akan terus berupaya mencari pemain yang bersedia berkontribusi dan memiliki komitmen terhadap negara.
“Namun saya pikir kita memang membawa banyak penyerang berbakat ke negara ini, dan saya sungguh percaya kita akan terus bekerja untuk mencoba menaturalisasi beberapa pemain yang ingin berkontribusi untuk negara ini dan tinggal di negara ini.”
Pernyataan tersebut menunjukkan bahwa strategi memperkuat Timnas Indonesia tidak hanya bergantung pada satu nama. Herdman masih membuka peluang untuk menjajaki kandidat lain selama mereka memenuhi persyaratan dan memiliki keinginan untuk membela skuad Garuda.
Komitmen pemain juga menjadi aspek yang ditekankan dalam pernyataan tersebut. Menurut pendekatan yang disampaikan Herdman, calon pemain diharapkan tidak hanya tertarik pada kesempatan tampil di level internasional, tetapi juga bersedia memberikan kontribusi nyata bagi Indonesia.
Dengan demikian, pencarian penyerang baru dapat berlangsung bersamaan dengan pengembangan pemain yang telah tersedia. Tim pelatih perlu menilai kebutuhan skuad berdasarkan karakteristik pemain, kondisi tim, dan rencana permainan yang ingin diterapkan.
Pencarian Striker Garuda Berlanjut
Kasus Dean Zandbergen memperlihatkan bahwa proses mencari pemain keturunan untuk Timnas Indonesia memiliki tantangan administratif dan teknis. Ketertarikan pemain dapat menjadi langkah awal, tetapi persyaratan yang berlaku tetap menentukan apakah peluang tersebut dapat dilanjutkan.
Bagi Herdman, kebutuhan akan penyerang tengah masih menjadi pekerjaan yang harus diperhatikan. Timnas Indonesia perlu mempertahankan pilihan yang kompetitif di lini depan sambil memastikan setiap kandidat memenuhi ketentuan yang dibutuhkan.
Belum terbukanya jalan bagi Zandbergen tidak berarti pencarian harus berhenti. Herdman telah menegaskan bahwa tim akan terus menjajaki peluang naturalisasi pemain yang memenuhi persyaratan dan ingin berkontribusi bagi Indonesia.
Perkembangan selanjutnya akan bergantung pada kandidat yang tersedia serta hasil evaluasi tim pelatih dan pihak terkait. Untuk saat ini, fokus utama tetap mencari solusi bagi kebutuhan penyerang tengah tanpa mengabaikan persyaratan yang harus dipenuhi setiap pemain.





