Asciiking – Inter Milan harus melakukan penyesuaian penting menjelang pertandingan pembuka Liga Champions 2026/27. Federico Dimarco dipastikan tidak akan dibawa ke Madrid untuk menghadapi Real Madrid di Santiago Bernabeu pada Selasa, 8 September 2026.
Keputusan tersebut diambil sebagai langkah pencegahan setelah Dimarco mengalami masalah pada lutut kirinya ketika Inter mengalahkan Napoli 3-2 di Serie A. Pemeriksaan awal tidak menunjukkan cedera serius, tetapi staf medis klub tetap menyarankan agar pemain berusia 28 tahun itu tidak mengambil risiko dalam pertandingan Eropa.
Absennya Dimarco menjadi persoalan tersendiri bagi pelatih Cristian Chivu. Sang pemain bukan hanya berfungsi sebagai bek sayap, tetapi juga menjadi salah satu jalur utama Inter dalam membangun serangan dari sisi kiri.
Asciiking menilai keputusan tersebut dapat memaksa Chivu mengubah pendekatan tanpa harus mengorbankan struktur permainan yang selama ini menjadi kekuatan Nerazzurri.

Carlos Augusto Mendapat Peran Besar
Nama yang paling mungkin menggantikan Dimarco adalah Carlos Augusto. Pemain asal Brasil tersebut sudah mendapatkan pengalaman langsung ketika menggantikan Dimarco dalam pertandingan melawan Napoli. Bahkan, Carlos Augusto memberikan assist setelah masuk dari bangku cadangan, sehingga performanya menjadi modal penting menjelang duel melawan Real Madrid.
Kehadiran Carlos Augusto memberikan solusi yang relatif aman bagi Chivu karena karakter permainannya tidak terlalu jauh dari kebutuhan sistem Inter. Ia dapat bergerak sebagai wing-back, membantu pertahanan ketika Madrid menyerang melalui sayap, sekaligus memberikan lebar lapangan ketika Inter menguasai bola. Peran tersebut menjadi penting karena pertandingan di Bernabeu kemungkinan menuntut Inter melakukan transisi dengan cepat.
Absennya Dimarco Mengubah Ancaman dari Sisi Kiri
Dimarco memiliki kemampuan memberikan umpan silang, melakukan kombinasi dengan pemain depan, serta menciptakan peluang dari area sayap. Kehadirannya juga membuat lawan harus memberikan perhatian lebih besar terhadap sisi kiri Inter. Tanpa dirinya, pola serangan tersebut berpotensi mengalami perubahan.
Carlos Augusto mungkin lebih banyak mengandalkan penetrasi dan kombinasi pendek dibandingkan terus-menerus mengambil posisi tinggi seperti Dimarco. Chivu pun dapat meminta pemain di depannya untuk lebih aktif membantu menciptakan superioritas di sektor tersebut.
Penyesuaian itu penting karena Real Madrid memiliki pemain yang mampu mengeksploitasi ruang di belakang wing-back. Jika Inter terlalu agresif, Madrid dapat memanfaatkan ruang kosong melalui serangan balik. Sebaliknya, jika Carlos Augusto terlalu dalam, Inter berisiko kehilangan salah satu jalur serangan yang biasanya tersedia.
Kondisi Inter Tetap Memberikan Kepercayaan Diri
Meskipun kehilangan Dimarco, Inter datang ke Madrid dengan modal positif. Nerazzurri memenangkan tiga pertandingan Serie A di awal musim 2026/27. Terbaru, mereka kalahkan Napoli 3-2 setelah sempat tertinggal 2 gol. Lautaro Martinez dan Marcus Thuram menjadi bagian penting dalam kebangkitan tersebut, sebelum Lautaro mencetak gol kemenangan pada menit ke-91.
Hasil itu memperlihatkan bahwa Inter memiliki kemampuan untuk merespons tekanan. Situasi tersebut sangat berguna ketika menghadapi Real Madrid. Pertandingan di Bernabeu kemungkinan menghadirkan tekanan berbeda, tetapi Inter memiliki pengalaman dan kualitas untuk tetap bermain kompetitif. Kemenangan atas Napoli tersebut juga akan memberikan keyakinan kepada Chivu bahwa timnya tidak bergantung pada satu pemain saja.
Chivu Harus Menjaga Keseimbangan
Tantangan utama Chivu adalah mempertahankan keseimbangan antara pertahanan dan serangan. Inter tidak dapat hanya bertahan sepanjang pertandingan karena Real Madrid memiliki banyak pemain kreatif. Namun, bermain terlalu terbuka juga dapat menjadi keputusan berbahaya. Dengan Carlos Augusto di posisi Dimarco, Chivu kemungkinan membutuhkan bantuan tambahan dari pemain tengah ketika Madrid menguasai bola.
Pemain seperti Nicolo Barella dan Hakan Calhanoglu dapat memiliki peran lebih besar dalam membantu menutup ruang. Sementara itu, gelandang lain harus mampu menjaga sirkulasi bola agar Inter tidak terus ditekan. Strategi tersebut dapat membantu mengurangi dampak absennya Dimarco.
Real Madrid Juga Tidak Dalam Kondisi Ideal
Inter bukan satu-satunya tim yang menghadapi masalah menjelang pertandingan. Real Madrid juga memiliki sejumlah persoalan di lini tengah. Bernardo Silva, Arda Guler, dan Eduardo Camavinga harus absen karena hukuman, sementara Aurelien Tchouameni masih belum sepenuhnya tersedia.
Kondisi tersebut membuat Jose Mourinho harus mencari solusi alternatif untuk sektor tengah. Situasi ini memberikan peluang bagi Inter. Jika lini tengah Madrid kehilangan kontrol, Inter dapat memanfaatkan kemampuan Barella, Calhanoglu, dan rekan-rekannya untuk memenangkan perebutan bola. Namun, Madrid tetap memiliki kualitas individu yang dapat mengubah pertandingan.
Lautaro dan Thuram Jadi Senjata Utama
Di sektor depan, Inter memiliki duet yang sedang berada dalam momentum bagus. Lautaro Martinez tampil menentukan ketika menghadapi Napoli. Penyerang Argentina tersebut mencetak dua gol dalam kemenangan 3-2 dan menjadi pemain yang memastikan Inter menyelesaikan comeback. Marcus Thuram juga memberikan ancaman melalui kecepatan dan pergerakannya.
Kombinasi keduanya akan menjadi sangat penting karena Inter membutuhkan cara untuk membuat pertahanan Madrid tidak terlalu nyaman. Ketika kehilangan Dimarco, kontribusi penyerang dalam menciptakan ruang dari sisi kiri menjadi semakin diperlukan. Lautaro dan Thuram tidak harus selalu menunggu bola di kotak penalti. Pergerakan mereka dapat membuka jalur bagi pemain dari lini kedua untuk masuk ke area berbahaya.
Pengalaman Chivu Akan Diuji
Pertandingan melawan Madrid juga menjadi ujian besar bagi Cristian Chivu sebagai pelatih Inter. Ia harus membuat keputusan strategis dalam pertandingan Eropa dengan tekanan tinggi. Absennya Dimarco memberikan tantangan tambahan, tetapi situasi tersebut sekaligus membuka kesempatan bagi Chivu untuk menunjukkan fleksibilitas taktik.
Inter sendiri telah memenangkan tiga laga Serie A awal, sedangkan Madrid baru saja mengalami kekalahan 1-0 dari Real Betis. Pertandingan tersebut menjadi kekalahan pertama Mourinho sejak menangani Madrid. Karena itu, kondisi kedua tim menjelang laga cukup menarik. Madrid memiliki keuntungan sebagai tuan rumah, sementara Inter datang dengan momentum positif.
Absennya Dimarco Bukan Akhir Segalanya
Federico Dimarco memang menjadi kehilangan penting bagi Inter, tetapi keputusan untuk tidak membawanya ke Madrid menunjukkan klub memilih pendekatan hati-hati terhadap kondisi sang pemain. Dimarco sebelumnya menjadi salah satu pemain terbaik Serie A musim 2025/26 dan mencatat 18 assist serta meraih penghargaan pemain terbaik liga.
Karena itu, menjaga kebugarannya untuk perjalanan musim yang panjang lebih penting daripada memaksakan satu pertandingan. Asciiking menilai pertandingan vs Madrid akan menjadi kesempatan bagi Inter memperlihatkan kedalaman dan fleksibilitas skuad. Carlos Augusto memiliki kesempatan membuktikan bahwa dirinya mampu mengisi posisi penting tersebut.
Jika Inter berhasil menjaga keseimbangan permainan, absennya Dimarco tidak harus berubah menjadi kelemahan besar. Justru, pertandingan di Santiago Bernabeu dapat menjadi awal bagi Chivu untuk menunjukkan bahwa Inter memiliki lebih dari satu cara untuk menghadapi lawan elite Eropa.






