Lompat ke konten
Monday, 14 September 2026
Liga Jerman

Gladbach Pecat Eugen Polanski Setelah Start Buruk Bundesliga, Jan-Moritz Lichte Ambil Alih

Asciiking – Borussia Mönchengladbach telah mengkonfirmasi bahwa mereka telah berpisah dengan pelatih kepala Eugen Polanski dengan segera. Setelah rumor perpecahan beredar pagi ini, asisten pelatih Tobias Trulsen juga telah diberhentikan dari tugasnya. Kekalahan dari RB Leipzig (3-0) dan SV Elversberg (4-3) diikuti oleh kekalahan telak 5-0 kemarin di SC Freiburg tampaknya menjadi pemicu terakhir.

Tiga Kekalahan Membuat Posisi Polanski Tak Lagi Aman

Masalah Gladbach sebenarnya sudah terlihat sejak pertandingan pembuka Bundesliga. Tim asuhan Polanski gagal memperoleh satu pun kemenangan dari tiga laga awal musim dan harus menerima tiga kekalahan secara beruntun.

Kekalahan pertama datang ketika Gladbach tumbang 0-3 dari RB Leipzig. Setelah itu, mereka kembali gagal mengamankan hasil positif ketika menghadapi Elversberg. Dalam pertandingan tersebut, Gladbach kalah 3-4 setelah pertandingan berlangsung dengan tempo tinggi.

Situasi kemudian semakin buruk saat mereka menghadapi Freiburg. Gladbach tidak mampu memberikan perlawanan berarti dan akhirnya dipermalukan dengan skor 0-5.

Tiga pertandingan tersebut menghasilkan catatan 12 gol kebobolan dan hanya tiga gol yang berhasil dicetak Gladbach. Rangkaian hasil itu membuat klub berada di dasar klasemen Bundesliga dan meningkatkan tekanan terhadap Polanski.

Bagi manajemen, persoalannya bukan sekadar hasil pertandingan. Performa Gladbach juga menunjukkan bahwa tim kesulitan menemukan stabilitas setelah memasuki kompetisi resmi. Kondisi tersebut berbeda dengan optimisme yang sempat muncul selama pramusim.

Polanski Sebelumnya Mendapat Kepercayaan Penuh

Pemecatan ini terasa mengejutkan jika melihat keputusan Gladbach beberapa bulan sebelumnya. Pada Mei 2026, klub justru memastikan Polanski tetap menjadi pelatih utama setelah evaluasi musim 2025/2026.

Saat itu, Gladbach mengakhiri Bundesliga di posisi ke-12. Polanski memang belum memberikan perubahan besar dalam hal posisi klasemen, tetapi ia berhasil membantu klub menjauh dari ancaman degradasi.

Dalam 31 pertandingan Bundesliga bersama Polanski pada musim tersebut, Gladbach mencatat sembilan kemenangan dan 10 hasil imbang. Klub finis sembilan poin di atas zona degradasi. Manajemen kemudian memberikan kesempatan kepada Polanski untuk menjalani pramusim penuh dan membangun tim berdasarkan gagasannya sendiri.

Keputusan tersebut juga didasarkan pada penilaian bahwa Polanski masih merupakan pelatih muda yang membutuhkan pengalaman. Ia sebelumnya mengambil alih Gladbach dalam situasi sulit setelah Gerardo Seoane diberhentikan pada September 2025.

Namun, kesempatan yang diberikan manajemen ternyata tidak menghasilkan awal musim yang diharapkan.

Perubahan Besar di Tengah Musim

Pergantian pelatih dilakukan ketika musim baru masih berada pada tahap awal. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa Gladbach tidak ingin mengambil risiko lebih jauh setelah melihat tiga kekalahan berturut-turut.

Manajemen klub kini harus memastikan pergantian tersebut tidak hanya menjadi respons jangka pendek. Gladbach membutuhkan pelatih yang mampu memperbaiki organisasi permainan sekaligus mengangkat mental para pemain setelah menerima kekalahan besar dari Freiburg.

Jan-Moritz Lichte dipercaya menjadi sosok yang memimpin proses transisi tersebut. Mantan pelatih Mainz itu sebelumnya bergabung dalam struktur kepelatihan Gladbach dengan fokus pada pengembangan pemain. Kini ia mendapat tanggung jawab lebih besar sebagai pelatih sementara.

Lichte akan dibantu Markus Gellhaus dan anggota staf kepelatihan yang masih bertahan. Langkah tersebut memberikan klub waktu untuk mencari kandidat pelatih permanen tanpa harus mengambil keputusan secara tergesa-gesa.

Gladbach Mulai Mencari Arah Baru

Kepergian Polanski juga membuka babak baru bagi proyek olahraga Gladbach. Beberapa laporan menyebut klub sudah mulai mengevaluasi sejumlah kandidat untuk mengisi posisi pelatih permanen, termasuk nama Christian Eichner yang disebut masuk dalam pembicaraan awal.

Namun, fokus terdekat Gladbach tetap memperbaiki kondisi tim di lapangan. Pergantian pelatih di awal musim memberikan peluang untuk membangun kembali kepercayaan diri pemain sebelum posisi mereka di klasemen semakin sulit diperbaiki.

Bagi Polanski sendiri, keputusan tersebut menjadi akhir yang pahit setelah sebelumnya mendapatkan kesempatan untuk memimpin Gladbach dalam jangka lebih panjang. Ia merupakan mantan pemain klub dan memiliki hubungan kuat dengan Borussia.

Kini, Gladbach harus bergerak cepat. Setelah tiga pertandingan tanpa poin, klub bukan hanya membutuhkan sosok baru di pinggir lapangan, tetapi juga identitas permainan yang lebih konsisten.

Pemecatan Eugen Polanski menjadi tanda bahwa Borussia Mönchengladbach tidak ingin menunggu lebih lama setelah awal musim yang mengecewakan. Dengan Jan-Moritz Lichte sebagai pelatih sementara, perhatian kini tertuju pada bagaimana Gladbach keluar dari dasar klasemen dan siapa yang akhirnya dipercaya membawa klub memasuki era berikutnya.

Artikel Terkait

Berita Terbaru

Lihat semua →